sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 25 Sep 2020 01:35 WIB

Pemerintah Brasil: Neymar Dipanggil 'Monyet' oleh Alvaro

Bayu Baskoro - detikSport
PSGs Neymar argues with Marseilles Alvaro, left, during the French League One soccer match between Paris Saint-Germain and Marseille at the Parc des Princes in Paris, France, Sunday, Sept.13, 2020. (AP Photo/Michel Euler) Aksi rasisme yang menimpa Neymar turut dikecam Pemerintah Brasil. (Foto: AP/Michel Euler)
Paris -

Neymar menjadi korban rasisme pada pertandingan di Liga Prancis. Pemerintah Brasil turut mengecam kekerasan rasial terhadap warga negaranya tersebut.

Laga Paris Saint-Germain vs Olympique Marseille di Parc des Princes pada 13 September lalu diwarnai kontroversi. Neymar kedapatan menempeleng kepala Alvaro Gonzalez, bek L'OM, menjelang pertandingan berakhir.

Insiden tersebut dipicu perkataan rasisme yang dilontarkan Alvaro kepada Neymar. Bek 29 tahun itu diklaim memanggil Neymar dengan sebutan 'monyet', hingga membuat striker PSG tersebut emosi.

Perseteruan kedua pemain tersebut terus berlangsung hingga merambah media sosial. Neymar menyebut Alvaro sebagai sosok rasis, sementara bek asal Spanyol itu membantah tuduhan lawannya tersebut.

Komisi disiplin Liga Prancis kemudian menjatuhkan sanksi larangan dua pertandingan kepada Neymar akibat menempeleng kepala lawan. Ada pun dugaan ucapan rasisme yang dilakukan Alvaro Gonzalez masih diselidiki pihak Ligue 1.

Insiden rasisme yang menimpa Neymar rupanya turut menjadi perhatian di negera asalnya, Brasil. Pemerintah Negeri Samba melalui Kementerian Perempuan, Keluarga dan Hak Asasi Manusia (MMFDH) secara tegas mendukung penggawa Timnas Brasil itu.

Kementerian Perempuan, Keluarga dan Hak Asasi Manusia Brasil dalam pernyataan resminya menegaskan Neymar adalah korban dari aksi rasisme. Dukungan solidaritas juga disampaikan Damares Alves selaku pimpinan instansi tersebut.


"Dalam menghadapi kasus rasisme di ajang olahraga, Kementerian Wanita, Keluarga dan Hak Asasi Manusia (MMFDH) menunjukkan solidaritasnya kepada Neymar Jr. Dia dipanggil "monyet" oleh bek Alváro González dari Olympique de Marseille, serta diusir dari lapangan setelah bereaksi terhadap tindakan tersebut lewat sebuah tamparan," begitu isi pernyataan Kementerian Perempuan, Keluarga dan Hak Asasi Manusia Brasil.

"Ini bukan kali pertama Neymar menjadi korban rasisme dalam sepakbola. Sekretariat Nasional Kebijakan untuk Promosi Kesetaraan Ras (SNPIR) mengecam keras segala jenis kekerasan dan menolak diskriminasi terhadap warna kulit," tegas MMFDH memberikan dukungan solidaritas kepada Neymar.



Simak Video "Kesalnya Neymar Dapat Pelecehan Rasial"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com