sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 16 Okt 2020 11:42 WIB

Ribut sama Messi, Fisioterapis Timnas Bolivia Kena Teror

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Bolivias Marcelo Martins, right, argues with Argentinas Rodrigo De Paul, 15, at the end of a qualifying soccer match for the FIFA World Cup Qatar 2022 in La Paz, Bolivia, Tuesday, Oct. 13, 2020. Argentina won 2-1.(Martin Alipaz/Pool via AP) Fisioterapis Timnas Bolivia diancam dan diteror usai berselisih dengan Lionel Messi (AP/Martin Alipaz)_
La Paz -

Apes benar nasib fisioterapis Timnas Bolivia Lucas Nava. Gara-gara terlibat perselisihan dengan Lionel Messi, Nava diteror habis-habisan.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan dua hari lalu meninggalkan cerita tidak mengenakkan. Itu terjadi usai duel Bolivia vs Argentina yang dimenangi Tim Tango dengan skor 2-1 di La Paz.

Ketika 90 menit laga berakhir, laga rupanya belum tuntas sepenuhnya karena terjadi insiden setelahnya. Messi terlihat bersitegang dengan kapten Bolivia Marcelo Moreno. Insiden ini diduga diawali oleh tindakan Moreno yang mengejek para pemain Argentina.

Ternyata tak cuma Moreno, beberapa staf pelatih Bolivia juga bersitegang dengan Messi. Untungnya insiden ini dengan cepat diredakan oleh wasit dan perangkat pertandingan. Wasit lantas memberikan kartu kuning kepada Moreno karena dianggap jadi provokator.

Insiden itu rupanya membuat fans Argentina tidak berkenan, karena merasa Messi kembali jadi bahan bully lawan-lawannya. Mereka lantas melampiaskan kekesalan di media sosial, termasuk kepada fisioterapis Bolivia Lucas Nava.

Nava menceritakan dirinya mendapat teror salah satunya telepon misterius usai berselisih dengan Lionel Messi.

"Mungkin ada sedikit salah paham di sini. Sebenarnya tidak terjadi apap-apa, ini dilebih-lebihkan saja," ujar Nava seperti dikutip ESPN.

"Itu hanya kata ejekan yang biasa dilontarkan orang Argentina, tidak ada niat buruk. Apa yang terjadi ketika laga selesai adalah saya melihat ada kemungkinan terjadi keributan dan saya coba memisahkan para pemain kami, sehingga mereka tidak dikartumerah," sambungnya.

"Ketika Anda jadi bagian dalam tim, Anda harus melindungi mereka. Saya merasa sakit hati ketika anak saya harus mendengar berbagai pemberitaan macam-macam di televisi soal pria botak itu. Saya diteror lewat telepon, bahkan dari Spanyol. Saya diejek dan diancam."

Duh, ada-ada saja.

(mrp/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com