Wawancara Khusus dengan Direktur Keuangan MU Peter Draper
Kamis, 19 Jan 2006 08:30 WIB
Jakarta - Indonesia yang jumlah penduduknya 200 juta jiwa lebih seharusnya menjadi lahan subur bagi industri sepakbola. Inilah penilaian Direktur Keuangan Manchester United Peter Draper, yang berkunjung ke Jakarta bersama Sir Bobby Charlton selama dua hari mulai Selasa (17/1/2006).Ditemui Detiksport dan Gatra pada peresmian Manchester United Restaurants dan Bar di Jl. MH. Thamrin, Draper sempat menyaksikan siaran langsung pertandingan Liga Indonesia antara Persija Jakarta versus Semen Padang.Setelah diberi tahu bahwa yang ia tonton adalah Premier League-nya Indonesia, Draper tersenyum dengan makna yang sulit ditebak. Tetapi sebagai orang yang mengatur keuangan salah satu klub terkaya di dunia, ia lalu dengan gamblang memaparkan bagaimana sebuah klub bisa menjadi profesional dan sukses. Berikut petikan wawancaranya:Bagaimana prosesnya sebuah klub seperti Manchester United bisa menjadi besar dan sukses?Hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah banyak hal yang diterapkan secara berbeda terhadap klub. Ada klub lokal, di mana pemerintahan lokal yang memberikan dana. Ada klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, di mana mereka memiliki member yang maksimal dan itu menjadi fundamental dalam industri ini.Klub amatir atau profesional sama-sama butuh disiplin. Anda butuh orang yang handal. Buat rencana, lakukan rencana itu. Pastikan rencana tersebut benar-benar Anda lakukan. Di Manchester United kita mendapat pemasukan dari sponsor dan juga member.Yang terpenting agar bisa mendapatkan dana yaitu ciptakan pertandingan yang menarik. Contohnya basket. Tidak ada yang mau menonton basket di Inggris tahun 1977. Tetapi sekarang?Jika mulai dari klub kecil, bagaimana membuat klub itu bisa bertahan? Tentunya sulit untuk mendapatkan perusahaan yang mau menjadi sponsorJika Anda tidak bisa dapat yang besar, dapatkan yang kecil. Tidak ada gunanya meminta LG Electric menjadi sponsor klub-klub kecil. Tidak ada yang mau memberikan uangnya untuk tidak mendapatkan apa-apa. Yang penting lakukan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. Pastikan pekerjaan Anda berlangsung setiap minggu, bukan minggu berikutnya.Klub kecil juga butuh dukungan, tetapi juga punya pelanggan walaupun cuma kecil. Cari tahu apa yang mereka inginkan, bagaimana Anda mendapatkannya dan memberikannya untuk mereka.Permasalahannya di Indonesia sulit untuk menjual sepakbola apalagi klub kecilYa, saya mengerti. Negara yang ekonominya sulit, mungkin memiliki masalah. Tetapi tetap saja negara itu menghasilkan uang. Perusahan kecil juga menghasilkan uang, jika tidak dapat yang besar, dapatkan yang kecil. Anda bekerjalah di ruang yang lebih kecil, dan berkembanglah bersama mereka. Tapi pastikan Anda memberikan apa yang Anda katakan akan Anda berikan.Bagaimana cara Anda meyakinkan orang untuk mendukung Anda?Dengan kepribadian dan senyum saya. Anda harus memiliki ide yang bagus, Anda harus menuangkannya dalam proposal. Setelah itu baru tanya, "ini yang ingin kami lakukan, apakah Anda mau mendukung kami? jika Anda mau, inilah hal-hal yang akan kami lakukan."Tidak ada bedanya dengan yang kami lakukan saat ini. Kami mendapatkan sponsor yang besar. Dengan Nike, yang adalah salah satu sponsor terbesar di seluruh dunia. Tetapi mereka tetap tidak mau melakukannya untuk tidak mendapatkan apapun. Anda tetap harus mengembalikannya. Anda harus meyakinkan mereka mengapamereka memberikan uang kepada Anda. Ini harus dilakukan setiap waktu. Tidak mudah, tidak ada yang mengatakan hal itu mudah.Selain uang, hal apa lagi yang bisa membuat sebuah klub profesional menjadi sukses?Jadilah profesional di setiap hal, kerja lebih keras. Lakukan apa yang harus Anda lakukan. Di Manchester United kami memiliki program untuk costumer kami. Kami memiliki 500 staf di Inggris, training dan klub. Tetapi hal yang penting adalah bagaimana kami memperlakukan suporter dengan baik. Kami membuat mereka nyaman dan merasa spesial. Atmosfer yang bagus, fasilitas dan lingkungan yang sangat nyaman. Jika Anda datang ke MU, pertama kali yang anda temukan adalah tempat parkir yang memadai.Saat Manchester United dibeli Glazer sebagian fans tidak suka. Bagaimana manajeman menyikapi mereka?Kami tetap melakukan apa yang selalu kami lakukan yakni menanamkan investasi pada tim. memperlakukan mereka dengan hormat, berikan fasilitas yang bagus. Berikan opini bahwa masalah itu akan segera berakhir. Mereka yang tidak suka hanya sedikit. Tetapi kami selalu berkomunikasi dengan mereka.Tentang MU saat ini, prestasinya jelas menurun dibandingkan lima tahun lalu. Bagaimana sebenarnya?Hal itu ada karena kami memiliki standar yang tinggi. Sebenarnya selama 12 tahun ini kami sangat bagus. Kami tentu saja ingin selalu menang, tetapi kami tidak bisa. Tidak akan ada yang menang setiap saat.Foto: Peter Draper (Detiksport/Salomo Sihombing). (lom/)











































