Senegal Tak Gentar Hadapi Mesir
Senin, 06 Feb 2006 16:07 WIB
Jakarta - Jalan Senegal ke babak semifinal Piala Afrika 2006 memang tak mulus. Meski begitu Lions of Teranga mengaku tak akan gentar saat harus menghadapi tuan rumah Mesir di babak empat besar.Penampilan Senegal di fase grup memang tak cukup menjanjikan. Tergabung di grup D, skuad asuhan Abdoulaye Sarr hanya sekali meraih kemenangan dan dua kali kalah. Mereka pun lolos sebagai runner up hanya dengan keunggulan selisih gol atas Ghana dan Zimbabwe."Kami dipaksa bekerja keras untuk bisa lolos ke babak semifinal. Kami sadar kami tidak diunggulkan saat melawan Mesir, tapi kami tak takut dengan siapapun," seru Saar seperti diberitakan Yahoosports, Senin (6/2/2006).Meski tahun ini tak lolos ke Jerman 2006, namun Senegal telah menjadi salah satu kekuatan besar di benua hitam. Setelah menembus babak perempatfinal tahun 2000, mereka sukses masuk final sebelum akhirnya takluk dari Kamerun tahun 2002.Di tahun yang sama, Senegal bahkan menjadi tim kejutan di Piala Dunia 2002 dengan mengalahkan Prancis di babak pertama sebelum akhirnya melangkah hingga perempatfinal. Dan catatan prestasi itulah yang coba dibangkitkan kembali oleh Sarr saat harus menghadapi kandidat kuat Mesir."Tak ada tekanan yang membebani kami. Kita sedang bertanding dalam sebuah kejuaraan. Itu berarti kalau kita kalah maka tak ada hasil yang kita dapat," sahut Sarr kemudian.Dukungan publik tuan rumah untuk Mesir diyakini Sarr akan sangat besar. ia pun punya persiapan khusus agar mental anak didiknya tidak terpengaruh sepanjang pertandingan yang akan digelar hari Rabu (8/2/2006) dinihari WIB lusa."Mesir terus dan terus berkembang. Mereka sangat percaya diri dan akan mendapat dukungan dari 74 ribu penonton. Kami harus memiliki mental yang sangat kuat sepanjang 90 menit nanti. Tapi kami tengah berada dalam level tertinggi dan pasukan saya siap untuk apapun," tutup Sarr.Foto: Souleymane Camara (kiri) dan Diomansy Kamara (kanan) akan menghadapi lawan berat saat menantang Mesir di babak semifinal Piala Afrika (AFP/Abdelhak Senna). (din/)











































