Wijnaldum Vs Jurnalis soal Rasisme dan HAM di Piala Dunia Qatar

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 24 Mar 2021 12:45 WIB
The tournaments official logo for the 2022 Qatar World Cup is seen on the wall of an amphitheater, in Doha, Qatar, September 3, 2019. REUTERS/Naseem Zeitoun
Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar. (Foto: Naseem Zeitoun/Reuters)
Istanbul -

Georginio Wijnaldum vs jurnalis terjadi di konferensi pers Timnas Belanda. Masalah rasisme dan hak asasi manusia di Piala Dunia 2022 di Qatar pemicunya.

Belanda akan menghadapi Turki pada Kamis (25/3/2021) dini hari WIB, dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu. Dalam konferensi pers, Wijnaldum ditanya wartawan terkait gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pertanyaan itu mengacu pada laporan Guardian bulan lalu. Dalam laporan investigasinya, terungkap sebanyak lebih dari 6.500 pekerja imigran dari India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, dan Sri Lanka tewas dalam mempersiapkan pesta sepakbola empat tahunan itu.

Menurut Mirror, banyak seruan agar Belanda memboikot gelaran itu atas dasar kemanusiaan. Dan Wijnaldum pun ditanya masalah itu, mengingat gelandang Liverpool tersebut cukup vokal dalam masalah diskriminasi.

Sang jurnalis menanyakan sikap pemain tidak bisa vokal terkait pelanggaran HAM meski kerap bersuara soal rasisme.

Georginio Wijnaldum mengakui bahwa masalah itu juga harus diselesaikan. Ia juga menegaskan, bahwa pemilihan Qatar bukanlah keinginan pemain, melainkan otoritas penyelenggara.

"Ini masalah yang berbeda, tetapi seperti halnya rasisme, kita semua harus melakukan sesuatu tentang ini," tambahnya.

"Kami juga tidak memilih untuk menggelar Piala Dunia di Qatar. Kami bisa memperhatikannya. Saya pikir banyak orang tidak selalu menyadari situasi di Qatar. Baru setelah saya pergi bermain Piala Dunia di sana bersama Liverpool, saya benar-benar mendengar cerita itu."

"Saya tahu bahwa KNVB tidak setuju pada saat itu, tetapi jumlahnya mencapai 6.500 kematian. Saya tidak tahu. Saya pikir itu berlaku untuk banyak pemain," jelas pemain 30 tahun itu

Saat konferensi pers sudah berakhir, Wijnaldum rupanya masih kesal. Ia menunjuk sang jurnalis yang bertanya, dan menjelaskan bahwa masalah rasisme dan pelanggaran HAM tidak bisa disamakan.

"Saya memikirkan pertanyaan yang Anda ajukan tentang rasisme dan Qatar. Apakah Anda benar-benar mengerti apa yang Anda lakukan? Untuk membandingkan kisah rasisme dengan Qatar, anda pada dasarnya mengatakan jika seseorang rasis terhadap orang berkulit coklat, maka Anda tidak boleh membela diri sendiri," kata Wijnaldum.

"Alasannya karena Anda akan bermain sepakbola di Qatar... itu sangat keliru. Sekarang Anda mengatakan bahwa jika Anda dilecehkan secara rasial, Anda tidak diizinkan membela diri sendiri. Itu tidak bisa dibandingkan. Saya memikirkannya, dan saya pikir itu aneh."

"Saya berpikir keras, Anda mengatakan jika itu terjadi dan Anda melakukannya maka Anda harus melakukannya di sini juga. Kisah rasisme sangat sulit," ujar Georginio Wijnaldum.

(yna/cas)