Cerita Pelecehan Seksual Selama 27 Tahun di Timnas Spanyol

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 25 Mar 2021 19:00 WIB
SEVILLE, SPAIN - OCTOBER 23: Aitana Bonmati of Spain celebrates her teams third goal with team mates  during the UEFA Womens EURO 2022 qualifier match between Spain Womens and Czech Republic Womens at Estadio de La Cartuja on October 23, 2020 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)
Cerita Pelecehan di Timnas Wanita Spanyol Selama 27 Tahun (Getty Images/Fran Santiago)
Jakarta -

Ada cerita pilu di tubuh Timnas sepakbola wanita Spanyol. Ada kasus pelecehan seksual yang terus berulang sampai 27 tahun lamanya!

Dilansir dari Marca, kisah pilu tersebut ditulis dalam sebuah buku berjudul 'No las llames chicas, llamales futbolistas' yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya 'Jangan panggil aku wanita, panggil aku pesepakbola'.

Buku itu ditulis oleh jurnalis wanita Spanyol bernama Danae Boronat. Buku yang baru-baru ini diluncurkan itu cukup bikin heboh Negeri Matador.

Dalam bukunya, dikupas tuntas tentang Timnas sepakbola wanita Spanyol. Bukan cuma soal prestasi dan perjalanan timnasnya, tapi diselipkan kisah-kisah pelecehan seksual oleh para pemainnya.

Khususnya, pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang pelatih, Ignacio Quereda.

SEVILLE, SPAIN - OCTOBER 23: Aitana Bonmati of Spain celebrates her team's third goal with team mates  during the UEFA Women's EURO 2022 qualifier match between Spain Women's and Czech Republic Women's at Estadio de La Cartuja on October 23, 2020 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Ignacio Quereda (Getty Images/Fran Santiago)

Ignacio Quereda melatih Timnas sepakbola wanita Spanyol cukup lama, dari tahun 1988 hingga 2015 alias 27 tahun. Selama itu pula, para pesepakbola wanitanya kerap dilecehkan.

Mereka suka diperlakukan tidak pantas dan mengalami intimidasi seks. Hal itu terus-menerus berulang.

"Paling sering, dia mengangkat baju pemain dan itu sudah tidak terhitung," kata pesepakbola wanita, Marta Corredera.

Marta Corredera yang bermain untuk Real Madrid menjelaskan, Ignacio kerap melakukan hal itu demi mengecek apakah para pemainnya sudah melepas tindikan di pusarnya.

"Alasannya, dia bilang kalau itu bisa mengakibatkan infeksi. Sampai kami muak dan harus membuka baju kami sendiri untuk memperlihatkannya," tambah Marta.

SEVILLE, SPAIN - OCTOBER 23: Aitana Bonmati of Spain celebrates her team's third goal with team mates  during the UEFA Women's EURO 2022 qualifier match between Spain Women's and Czech Republic Women's at Estadio de La Cartuja on October 23, 2020 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Marta Corredera (Getty Images/Fran Santiago)

Belakangan tahun terakhir, pesepakbola wanita di Spanyol memang cukup keras melawan aksi-aksi pelecehan. Parahnya itu tadi, bukan cuma secara verbal dari suporter di lapangan tapi juga dari dalam tim.

Pelatih dan beberapa staff seolah melangkahi batas, serta cuek-cuek saja untuk melakukan hal-hal umum yang dilakukan para pesepakbola seperti berpelukan dan lain sebagainya.

Para pesepakbola wanita sejatinya adalah wanita yang harus dihargai. Dalam sepakbola, mereka pun pantas diberi panggung pertunjukan lagi supaya lebih memancarkan potensinya mengolah si kulit bundar.

Bukannya semena-mena dilecehkan...

SEVILLE, SPAIN - OCTOBER 23: Aitana Bonmati of Spain celebrates her team's third goal with team mates  during the UEFA Women's EURO 2022 qualifier match between Spain Women's and Czech Republic Women's at Estadio de La Cartuja on October 23, 2020 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Timnas sepakbola wanita Spanyol (Getty Images/Fran Santiago)
(aff/nds)