Samai Rekor Lippi di Italia, Mancini Bilang Begini

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 01 Apr 2021 18:00 WIB
VILNIUS, LITHUANIA - MARCH 31:  Head coach of Italy Roberto Mancini looks on before the FIFA World Cup 2022 Qatar qualifying match between Lithuania and Italy on March 31, 2021 in Vilnius, Lithuania. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Mancini sudah menyamai rekor Lippi. Foto: Getty Images/Claudio Villa
Jakarta -

Italia berhasil mengalahkan Lithuania 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. Raihan itu membuat Pelatih Gli Azzurri Roberto Mancini menyamai rekor seniornya, Marcello Lippi.

Sejak ditunjuk menangani Italia pada Mei 2018 lalu, Mancini sudah memimpin Gianluigi Donnarumma dkk dalam 30 pertandingan. Hasilnya, Italia hanya kalah dua kali, dan mampu meraih 21 kemenangan dan 7 imbang.

Kekalahan terakhir Italia di bawah asuhan Mancini bahkan terjadi hampir tiga tahun lalu, tepatnya September 2018, saat Gli Azzurri tumbang 0-1 dari Portugal di UEFA Nations League 2019.

Italia belum pernah kalah lagi setelahnya, dan kini catatan itu sudah mencapai 25 laga, menyamai apa yang dilakukan Lippi saat melatih Italia pada 2004-2006.

Mancini juga sudah mengantarkan Italia lolos ke Piala Eropa 2021 dan semifinal UEFA Nations League 2021. Atas pencapaian Mancini sejauh ini, Lippi memberi ucapan selamat.

"Catatan itu amat berarti karena menunjukkan perkembangan sebuah tim yang bisa bertarung untuk mencapai target tinggi," kata Lippi kepada La Gazzetta dello Sport.

CHOFU, JAPAN - DECEMBER 09:  Head coach Marcello Lippi of China looks on prior to the EAFF E-1 Men's Football Championship between South Korea and China at Ajinomoto Stadium on December 9, 2017 in Chofu, Tokyo, Japan.  (Photo by Masashi Hara/Getty Images)Lippi, pelatih terakhir yang menyumbangkan trofi untuk Timnas Italia. Foto: Masashi Hara/Getty Images

"Semua orang merasa terlibat dengan Mancini. Ada mentalitas menyerang, dan yang penting, ada kualitas di situ."

"Mancini dan saya punya banyak kemiripan. Kami dulu sama-sama bermain di Sampdoria selama bertahun-tahun. Ada warna yang sama di dalam diri kami. Kami ingin menang dengan tim yang bersatu, bermain menekan di lapangan," jelas Lippi, yang kini berusia 72 tahun.

Soal 25 laga tak terkalahkan bersama Italia, Mancini tentu senang. Namun baginya, menyamai rekor Lippi berarti bisa meraih gelar yang sama dengannya.

Lippi sudah memenangi Piala Dunia 2006, dan Mancini belum menyumbangkan trofi. Dengan kontraknya akan habis pada 2022, Mancini menargetkan bisa meraih trofi serupa.

"Saya akan senang jika bisa menyamainya pada Desember 2022 (final Piala Dunia). Sekarang saya senang kami berada di puncak klasemen grup. Kalau rekor sih, nantinya juga akan pecah sendiri," kata Mancini.

(adp/krs)