PSG Pecat Pochettino jika 'Sunderland'-nya Prancis Juara Ligue 1?

Kris Fathoni W - Sepakbola
Minggu, 09 Mei 2021 16:00 WIB
Tottenham Hotspurs Argentinian head coach Mauricio Pochettino looks on prior to the UEFA Champions League Group B football match between Red Star Belgrade (Crvena Zvezda) and Tottenham Hotspur at the Rajko Mitic stadium in Belgrade, on November 6, 2019. (Photo by ANDREJ ISAKOVIC / AFP)
PSG Pecat Pochettino jika 'Sunderland'-nya Prancis Juara Ligue 1? (Foto: AFP/ANDREJ ISAKOVIC)
Jakarta -

Mauricio Pochettino harus waspada. Menilik situasi Ligue 1, posisinya sebagai pelatih Paris Saint-Germain diprediksi sama sekali tidak aman.

Pochettino sebenarnya baru saja menangani PSG pada bulan Januari lalu. Tak berapa lama, ia kemudian meraih trofi pertama dalam karier melatih usai membawa Les Parisien menjuarai Piala Super Prancis.

Namun, situasi di luar hasil itu tidak tampak positif. Paris Saint-Germain sudah tersisih di semifinal Liga Champions, setelah tahun lalu jadi finalis, usai didominasi Manchester City di dalam kedua leg. Sudah begitu, PSG saat ini juga harus rela berada di posisi kedua dalam persaingan berebut gelar juara Ligue 1.

Paris Saint-Germain, dengan raihan 75 poin dari 35 laga, menempati posisi kedua klasemen Liga Prancis. Klub kaya raya itu tepat berada di bawah Lille yang memimpin klasemen dengan 76 poin dari 36 laga.

Situasi itulah yang menurut Tony Cascarino, komentator sepakbola yang dulu pernah enam tahun main di Prancis, bikin Mauricio Pochettino tak bisa tenang. Kariernya di PSG bisa saja cuma seumur jagung jika pada akhirnya gelar juara Ligue 1 disabet Lille.

"Jika mereka tak memenangi liga, dan mereka juga sudah tersingkir dengan agregat 1-4 di Liga Champions, PSG amat mampu memecat Pochettino," kata Cascarino dalam acara Weekend Sports Breakfast talkSPORT.

Cascarino menyebut para petinggi PSG punya ekspektasi besar pada pelatihnya dan takkan sungkan untuk melakukan pemecatan, seperti yang dilakukan Roman Abramovich di Chelsea. Terlebih jika PSG diungguli Lille dalam berebut titel Ligue 1.

"Lille juara Ligue 1 itu dianggap lebih buruk ketimbang Leicester juara Premier League, (karena level) timnya jauh lebih di bawah. Lille adalah tim terbesar kedua di wilayahnya, RC Lens adalah klub yang jauh lebih besar di Timur Laut Prancis," katanya.

"Itu akan jadi seperti Sunderland menjuarai liga dengan mengungguli Man City. Maaf buat fans Sunderland jika aku bikin kalian kesal, tapi itulah perbandingan paling pas."

"Ia (Pochettino) didatangkan untuk melakukan pekerjaan Thomas Tuchel sebelum itu, yakni terus menjuarai liga dan membawa Paris Saint-Germain lebih dekat ke gelar juara Liga Champions. Pochettino gagal melakukan keduanya!" tutur Cascarino.

(krs/rin)