Steven Gerrard Rupanya Sering Minta Tips dari Sir Alex

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 12 Mei 2021 17:00 WIB
GLASGOW, SCOTLAND - AUGUST 09: Steven Gerrard, Manager of Rangers FC looks on during the Ladbrokes Scottish Premiership match between Rangers FC and St. Mirren at Ibrox Stadium on August 09, 2020 in Glasgow, Scotland. (Photo by Willie Vass/Pool via Getty Images)
Steven Gerrard sukses mengakhiri puasa gelar Rangers di Liga Skotlandia. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Kinerja Steven Gerrard di Rangers dipuji tinggi-tinggi oleh Sir Alex Ferguson. Gerrard pun membalas pujian tersebut, mengaku ia belajar banyak dari Sir Alex.

Steven Gerrard sukses membawa Rangers memenangi Liga Skotlandia musim ini, mengakhiri puasa selama 10 tahun. Ini sekaligus jadi trofi pertama mantan gelandang Liverpool tersebut sebagai manajer, sejak diangkat pada 2018 oleh Rangers.

Kiprahnya di Rangers diamati oleh Sir Alex Ferguson, yang dulu menangani rival terbesar Liverpool, yakni Manchester United. Tapi buat Gerrard, rivalitas itu tak menghalanginya untuk mengagumi sosok Sir Alex sebagai manajer tersukses di Premier League.

"Itu pujian yang sangat tinggi dan saya luar biasa tersanjung. Dia figur ikonis di permainan ini. Tanpa apa-apa, tiba-tiba kami menjadi rival besar di Liverpool dan Manchester United, dua klub terbesar di sepakbola Inggris," kata Gerrard dikutip The Guardian.

"Kami adalah rival masif selama bertahun-tahun dan dia adalah seseorang yang meskipun merupakan seorang rival, saya sangat kagumi karena dia adalah sosok ikonis di sepakbola."

"Pencapaiannya di permainan ini sejajar dengan mereka yang terbaik yang pernah ada. Jadi saya sangat tersanjung dengan kata-katanya," imbuhnya.

Sir Alex Ferguson memang melegenda di Liga Inggris. Mantan pemain Rangers itu memenangi 13 titel Premier League, dengan total meraih 38 trofi sepanjang kariernya di Manchester United.

Steven Gerrard mengakui beberapa kali berbincang dengan Sir Alex lewat telepon untuk mendapatkan tips-tips seputar dunia manajerial.

"Saya kasih tahu sedikit rahasia: saya sudah beberapa kali mengobrol dengannya. Sejak saya pensiun (sebagai pemain), kami menepikan rivalitas dan dia memberikan saya kesempatan lewat telepon untuk menyampaikan beberapa hal, beberapa pertanyaan soal manajemen di Rangers," sambungnya.

"Dia fantastis dalam obrolan tersebut. Suatu saat nanti, saya ingin punya kesempatan untuk duduk bersama dan menikmati kopi. Dia sudah setuju sih dan itu hal yang fantastis darinya karena dia tidak harus memberikan waktunya ke saya, terutama sebagai rival."

"Tapi itu benar-benar menunjukkan dia tipe orang yang bagaimana. Dia bukan sekadar manajer ikonis yang kita semua tahu selama ini," ujar gelandang legendaris Liverpool ini.

(raw/krs)