ADVERTISEMENT

Skotlandia Tak Mau Cuma Numpang Lewat di Piala Eropa 2020

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 14 Jun 2021 19:30 WIB
BELGRADE, SERBIA - NOVEMBER 12: The Scotland side celebrate at the final whistle during the UEFA EURO 2020 Play-Off Final between Serbia and Scotland at Rajko Mitic Stadium on November 12, 2020 in Belgrade, Serbia. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in fixtures being played behind closed doors. (Photo by Srdjan Stevanovic/Getty Images)
Timnas Skotlandia saat merayakan kelolosan ke Piala Eropa 2020 pada November lalu. Foto: Getty Images/Srdjan Stevanovic
Glasgow -

Skotlandia punya misi tersendiri di Piala Eropa 2020. Tartan Army tak mau sekadar numpang lewat setelah absen di turnamen besar selama lebih dari dua dekade.

Sudah lama Skotlandia tak berpartisipasi di ajang besar, tepatnya sejak Piala Dunia 1998. Saat itu, langkah mereka terhenti di fase grup usai ditahan imbang Norwegia serta kalah dari Maroko dan Brasil.

23 tahun berlalu, dan Skotlandia terus jadi penonton. Hingga akhirnya catatan buruk itu berhasil dihentikan, meski susah payah. Skotlandia menang adu penalti atas Serbia di babak playoff dan berhasil lolos ke Piala Eropa 2020.

Perjuangan ini amat mengharukan. Sebab begitu banyak generasi pemain Skotlandia akhirnya tak bisa bermain di turnamen besar sepanjang kariernya, salah satunya eks gelandang Manchester United, Darren Fletcher.

Sebagian besar pemain Skotlandia saat ini masih kecil di tahun 1998, mayoritas di bawah 8 tahun. Beberapa bahkan belum lahir, seperti Billy Gilmour (Chelsea, lahir 2001) dan David Turnbull (Celtic, lahir 1999). Kapten Skotlandia saat ini, Andrew Robertson, baru berusia 4 tahun saat itu.

Mengingat semua itu, Skotlandia paham bahwa kelolosan ke Euro 2020 tak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Menjadi juara mungkin sulit, namun setidaknya mereka mencoba mengejar target terdekat, yakni lolos dari fase grup untuk pertama kali sepanjang sejarah.

"Berhasil lolos ke turnamen setelah 23 tahun memberimu keyakinan bahwa kamu bisa melakukannya lagi, dan tampil maksimal di turnamen besar," kata Robertson, dikutip BBC.

"Saya ingin tim ini punya keyakinan pada diri sendiri, lebih percaya diri saat menunjukkan kemampuan kami. Semoga itu bisa terjadi di panggung terbesar ini. Jika bisa, kami adalah tim yang bagus di zaman kami."

GLASGOW, SCOTLAND - OCTOBER 08: Andy Robertson of Scotland celebrates after his teams victory in the penalty shoot out during the UEFA EURO 2020 Play-Off semi-finals match between Scotland and Israel at Hampden Park on October 08, 2020 in Glasgow, Scotland. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in fixtures being played behind closed doors. (Photo by Ian MacNicol/Getty Images)Skotlandia berhasil memutus catatan buruk selama 23 tahun. Foto: Getty Images/Ian MacNicol

"Kami sangat antusias. 23 tahun menunggu itu sangat lama. Kami sadar orang-orang di negara kami pun begitu senang, dan penting bagi kami membuat mereka tetap tersenyum," jelas bek Liverpool itu.

Skotlandia akan berhadapan dengan Republik Ceko di laga penyisihan Grup D Piala Eropa 2020, Senin (14/6/2021) pukul 20.00 WIB di Hampden Park, Glasgow. Laga itu bisa disaksikan di sini.

Simak rangkuman keseruan Euro 2020/2021 di sini

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT