Gara-gara Selebrasinya, Arnautovic Dicekik Alaba dan Kini Terancam Sanksi

ADVERTISEMENT

Gara-gara Selebrasinya, Arnautovic Dicekik Alaba dan Kini Terancam Sanksi

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 16 Jun 2021 09:00 WIB
Austrias Marko Arnautovic, right, celebrates with Austrias David Alaba after scoring his sides third goal during the Euro 2020 soccer championship group C match between Austria and Northern Macedonia at the National Arena stadium in Bucharest, Romania, Sunday, June 13, 2021. (Robert Ghement/Pool via AP)
David Alaba mencekik mulut Marko Arnautovic, yang membuat selebrasi berbau rasis di laga Austria vs Makedonia Utara di Euro 2021, Minggu (13/6). (Foto: Robert Ghement/AP)
Budapest -

Selebrasi Marko Arnautovic menjadi kontroversi. Usai menyebabkan sang striker dicekik David Alaba, kini sanksi juga mengancamnya.

Austria vs Makedonia Utara tersaji di National Arena, Budapest, Hongaria, Minggu (13/6) pada laga Grup C Euro 2020. Laga itu diwarnai selebrasi kontroversial Arnautovic.

Penyerang 32 tahun itu, yang bikin gol ketiga Austria, merayakan golnya dengan membuat gesture 'oke' dengan menyatukan telunjuk dan ibu jarinya, dan berteriak-teriak dengan bahasa kasar.

'Jebem sam ti majku Šiptarsku',' teriaknya ke arah penonton.

BUCHAREST, ROMANIA - JUNE 13: Marko Arnautovic of Austria celebrates with Konrad Laimer after scoring their side's third goal during the UEFA Euro 2020 Championship Group C match between Austria and North Macedonia at National Arena Bucharest on June 13, 2021 in Bucharest, Romania. (Photo by Daniel Mihailescu - Pool/Getty Images)Selebrasi Marko Arnautovic di laga Austria vs Makedonia Utara. Foto: Getty Images/Daniel Mihailescu - Pool

'Šiptarsku' punya makna berbau rasis yang ditujukan kepada etnis Albania. Negara Makedonia Utara sendiri banyak dihuni imigran Albania, khususnya mereka yang menjadi pengungsi Perang Kosovo 1998-1999.

Selebrasi itu sempat membuat David Alaba kesal, dan mencengkeram mulut Arnautovic. Kini, Arnautovic juga terancam sanksi.

Dilansir Daily Mail, UEFA membuat tim untuk menyelidiki selebrasi Arnautovic. Dan jika dinyatakan bersalah, Arnautovic bisa dilarang bermain di sisa turnamen.

Pernyataan UEFA mengatakan, "Sesuai dengan Pasal 31(4) Peraturan Disiplin UEFA, Inspektur Etika dan Disiplin telah ditunjuk melakukan penyelidikan terkait insiden yang melibatkan pemain Marko Arnautovic yang terjadi selama grup Kejuaraan Eropa 2020- pertandingan panggung antara tim nasional Austria dan Makedonia Utara pada 13 Juni 2021. Informasi lebih lanjut tentang masalah ini akan tersedia pada waktunya," jelas pernyataan UEFA.

Laporan menuduh Marko Arnautovic menyerang rasial kepada bek Egzon Bejtulai dan Gjanni Alioski, yang punya darah Albania. Hinaan Arnautovic sendiri dilontarkan dalam konteks Perang Kosovo, antara Serbia-Albania, di mana Arnautovic punya ayah yang berasal dari Serbia.

Usai laga, Arnautovic sendiri meminta maaf atas selebrasinya. Tetapi ia bersikeras bukan seorang rasis.

"Ada beberapa kata panas kemarin dalam emosi permainan, yang saya ingin minta maaf. Terutama kepada teman-teman saya dari Makedonia Utara dan Albania," katanya.

"Saya ingin mengatakan satu hal dengan sangat jelas: saya bukan seorang rasis. Saya memiliki teman di hampir setiap negara dan saya mendukung keragaman. Semua orang yang mengenal saya sadar akan hal itu," ujar Marko Arnautovic di media sosial.

(yna/raw)