Euro 2020: Wijnaldum Bakal Kampanyekan Dukungan LGBT di Babak 16 Besar

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 25 Jun 2021 07:00 WIB
AMSTERDAM, NETHERLANDS - JUNE 13: Georginio Wijnaldum of Netherlands celebrates after scoring their sides first goal during the UEFA Euro 2020 Championship Group C match between Netherlands and Ukraine at the Johan Cruijff ArenA on June 13, 2021 in Amsterdam, Netherlands. (Photo by Koen van Weel - Pool/Getty Images)
Kapten Timnas Belanda, Georginio Wijnaldum, akan mengenakan ban kapten pelangi di babak 16 besar Euro 2020, untuk mendukung LGBT. (Foto: Koen van Weel - Pool/Getty Images)
Budapest -

Georginio Wijnaldum punya pesan khusus jelang tampil di babak 16 besar Euro 2020. Gelandang Timnas Belanda itu akan mengenakan ban pelangi untuk mendukung LGBT.

Wijnaldum membantu Belanda lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Oranje selanjutnya akan menghadapi Republik Ceko di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Minggu (27/6/2021).

Tampil di Hongaria, Wijnaldum akan membawa pesan khusus. Pemain yang sudah bikin tiga gol di Euro 2020 itu akan mengampanyekan dukungan kepada LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender).

Isu LGBT menguat di Euro 2020, setelah Hongaria, yang dipimpin politikus sayap kanan Viktor Orban, baru saja mengesahkan Undang-Undang anti LGBT di negaranya. Isu itu kemudian coba dilawan di Euro 2020, setelah Jerman mengubah warna lampu Stadion Allianz menjadi warna pelangi, simbol LGBT, saat melawan Hongaria di fase grup.

UEFA kemudian melarangnya. Otoritas sepakbola Eropa itu beranggapan aksi tersebut berbau politis.

Sebelumnya, UEFA juga sempat menginvestigasi dukungan kiper Jerman, Manuel Neuer, yang mengenakan ban kapten berwarna pelangi di Euro 2020. Meski akhirnya penyelidikan batal dilanjutkan, sorotan tertuju pada UEFA, yang dinilai kurang mendukung keberagaman, dalam hal ini mendukung komunitas LGBT.

Georginio Wijnaldum, yang juga kapten Timnas Belanda, kini siap melanjutkan dukungan kepada LGBT di babak 16 besar Euro 2020, dengan mengenakan ban pelangi bertuliskan 'One Love'. Ia mengaku sikapnya itu juga sebagai bentuk ekspresi diri pemain di lapangan.

"Ini bukan hanya melawan Hongaria," kata Wijnaldum, dilansir beIN Sports.

"Ban lengan sangat berarti, karena kami berdiri untuk keragaman. Satu cinta berarti semua orang adalah bagian darinya, dan semua orang harus bebas menjadi diri mereka sendiri."

"Menurut kami itu [hak untuk menjadi diri sendiri] telah dilanggar. Sebagai pemain, kami memiliki podium untuk melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu," ujar Georginio Wijnaldum, yang baru pindah dari Liverpool ke Paris Saint-Germain itu.

(yna/ran)