Wijnaldum Siap Keluar Lapangan jika Ada Rasisme di Budapest!

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 25 Jun 2021 18:00 WIB
FARO, PORTUGAL - JUNE 02: Georginio Wijnaldum of Netherlands in action during the international friendly match between Netherlands and Scotland at Estadio Algarve on June 02, 2021 in Faro, Portugal. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)
Georginio Wijnaldum siap keluar lapangan jika alami rasisme di Budapes. (Foto: Getty Images/Fran Santiago)
Jakarta -

Gelaran Euro 2020 diwarnai insiden rasisme di Hungaria. Kapten Belanda Georginio Wijnaldum siap untuk keluar lapangan kalau hal tersebut terjadi lagi.

Belanda akan menghadapi Republik Ceko di Puskas Arena, Budapest, Minggu (27/6/2021) malam WIB pada laga babak 16 besar Euro 2020. Budapes sendiri saat ini tengah dalam sorotan terkait dugaan rasisme suporter.

Sebagai catatan, Hungaria jadi satu-satunya tuan rumah Piala Eropa 2020 yang bisa menghadirkan penonton dengan kapasitas maksimal. Itu tak lepas dari proses vaksinasi yang berjalan cepat dan sudah mencakup lebih dari separuh penduduk.

Tapi riuhnya stadion itu diwarnai kasus rasisme dalam dua laga yang melibatkan Hungaria. Spanduk homofobia bertuliskan "Anti-LMBTQ" dibentangkan fans Hungaria di dalam stadion pada laga Hungaria vs Portugal.

Spanduk kontroversial juga terlihat pada pertandingan Hungaria vs Prancis. Sekelompok fans berbaju hitam membentangkan spanduk penolakan aksi berlutut para pesepakbola sebelum kick-off, yang merupakan kampanye gerakan Black Lives Matter.

Tidak hanya itu, beberapa oknum fans juga mengeluarkan suara monyet yang diarahkan kepada para pemain Prancis yang berkulit hitam. Laga Belanda vs Republik Ceko dikhawatirkan menghadapi potensi kejadian serupa, kendati bukan tim tuan rumah yang tampil.

Kapten Belanda Georginio Wijnaldum sempat berpikir soal apa yang akan dilakukannya jika kejadian itu menimpa dirinya. Ia khawatir ada yang sengaja memprovokasi agar ia dan pemain lain keluar lapangan sehingga timnya kalah.

"Saya rasa saya akan menghampiri wasit, tapi sejujurnya, saya tak yakin apa reaksi saya di momen panas itu. Saya belum pernah mengalaminya sendiri dan semoga tidak pernah," kata Wijnaldum dikutip Sky Sports.

"Tapi kalau itu terjadi, UEFA harus bertindak. Mereka perlu menyadari bahwa kalau mereka tak bertindak, mereka menaruh tanggung jawab besar ke para pemain. UEFA harus melindungi para pemain. Itu tak seharusnya jadi tanggung jawab para pemain."

"Beberapa pemain keluar lapangan sebelumnya, tapi kalau Anda bertanya apakah mereka merasa didukung, rasanya mereka akan menjawab tidak."

"Kalau wasit, atau mungkin lawan, ikut serta, maka sinyalnya jadi lebih kuat. Itulah yang saya pikirkan sekarang, tapi saya tak mencoret kemungkinan untuk keluar lapangan kalau hal semacam itu terjadi di hari Minggu nanti," imbuh gelandang baru Paris Saint-Germain ini.

(raw/krs)