Anak Roberto Mancini Digusur Suporter Tanpa Tiket di Final Euro 2020

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 13 Jul 2021 02:00 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11: Leonardo Bonucci of Italy celebrates in front of the Italy fans after scoring their teams first goal during the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Stadion Wembley dipadati penonton pada final Euro 2020 antara Italia vs Inggris. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Andrea Mancini menyaksikan langsung sukses sang ayah, Roberto Mancini, membawa Italia juara Euro 2020. Tapi momen itu diwarnai pengalaman tak menyenangkan di Wembley.

Roberto Mancini membawa Italia juara Euro 2020 usai mengalahkan Inggris di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Italia menang adu penalti 3-2 setelah berimbang 1-1 sampai babak tambahan.

Antusiasme besar dari publik Inggris terasa betul di pertandingan ini, dengan Stadion Wembley terisi hingga 67 ribu penonton. UEFA sendiri membatasi jumlah penonton di angka tersebut, dari total kapasitas stadion yakni 90 ribu karena masih ada risiko penularan COVID-19.

Sialnya, ternyata ada ratusan penonton tak bertiket yang merangsek masuk ke stadion. Bahkan salah satu korbannya adalah putra Pelatih Italia Roberto Mancini, yang harus menyaksikan separuh pertandingan dari tangga stadion.

"Ada kekacauan dengan suporter tanpa tiket dan tempat duduk saya diserobot. Jadi saya harus menonton babak pertama duduk di tangga stadion," ungkap Andrea Mancini kepada Sky Sports dikutip Football Italia.

"Saya mendapatkan tempat lain di babak kedua. Mungkin itu membawa keberuntungan," imbuhnya.

Tapi minimal pengalaman itu ditebus dengan suka cita Italia juara. Andrea Mancini menyebut ayahnya memang sudah selalu percaya Italia bisa memenangi Euro 2020, meski sempat diragukan. Sebab Gli Azzurri seperti diketahui gagal lolos Piala Dunia 2018 di era sebelum Mancini.

Untuk memperkuat keyakinan Mancini, Andrea dan kakaknya memberikan 'jimat'. Percaya atau tidak dengan efek 'jimat' tersebut, nyatanya Italia berhasil juara.

"Sebelum turnamen, saya dan kakak saya menghadiahkan sepatu kuda warna biru, menyampaikan padanya bahwa itu akan mendatangkan keberuntungan. Dia menyimpannya di koper," sambung Andrea.

"Tiga tahun lalu, dia adalah satu-satunya yang yakin Italia bisa mencapai hasil ini," tandas pria yang sempat memperkuat Manchester City ini.



Simak Video "Kerumunan Suporter Inggris Jelang Final Euro 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)