Southgate: Inggris Belum di Titik Terbaik

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 13 Jul 2021 05:00 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11: Gareth Southgate, Head Coach of England consoles Jadon Sancho of England following defeat in the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Inggris kalah dari Italia di final Euro 2020. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Gareth Southgate berharap bisa membawa Inggris ke Piala Dunia 2022. Ia ingin melanjutkan progres yang sudah ditempuh timnya sejauh ini.

Inggris mesti menelan pil pahit kalah di final Euro 2020 dari Italia, dalam laga di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. The Three Lions takluk 2-3 di babak adu penalti, usai berimbang 1-1 selama 120 menit.

Kekecewaan makin terasa karena Inggris bermain di hadapan publiknya. Sempat ada harapan bahwa Wembley bisa menghadirkan tuah untuk Inggris, berbekal memori kejayaan Piala Dunia 1966 di tempat yang sama.

Tapi Inggris mencapai final dengan penampilan yang tak bisa dibilang buruk. Kendati tak terlalu meyakinkan di fase grup dengan hanya bikin dua gol, Harry Kane dkk lolos dengan tanpa kebobolan satupun gol dan tanpa kekalahan.

Mereka lantas menjawab kritik dengan kemenangan 2-0 atas tim kuat Jerman di babak 16 besar. Anak-anak asuh Southgate kemudian melibat Ukraina 4-0, lalu mengatasi Denmark 2-1 untuk mencapai final.

Sebagai catatan, Inggris cuma kebobolan dua gol dari tujuh laga sepanjang Euro 2020. Ini tentu menjadi sebuah sinyal positif yang bagus buat ke depannya.

Plus, Inggris merupakan tim dengan rataan usia termuda kedua di turnamen ini dengan 25 tahun, 3 bulan, 9 hari. Mereka hanya kalah muda dari Turki yang punya rataan 24 tahun, 11 bulan, 18 hari. Southgate percaya prospek timnya cerah.

"Ada banyak hal yang harus dipikirkan. Saya merasa kami sudah mengalami perkembangan selama empat tahun. Banyak hal yang sudah kami lakukan dengan benar dan kami tahu tim ini belum mencapai puncaknya," kata Manajer Inggris Gareth Southgate.

"Ketika Anda hidup di olahraga dan mencapai final, kesempatan-kesempatan itu sangatlah langka. Jadi untuk berada senyaris ini, sangatlah berat untuk esok harinya. Segalanya sudah dikerahkan, emosinya terkuras."

"Kami akan mencoba lagi. Terlalu sepele untuk mengatakan kami bisa pergi ke Piala Dunia di Qatar dan juara, itu agak sesumbar. Kami masih harus lolos. Anda mesti memulai siklus lagi."

"Tapi untuk bisa bekerja dengan para pemain ini setiap hari rasanya fantastis. Jadi ya ketika akhirnya seperti sekarang ini, situasinya sulit," imbuhnya.



Simak Video "Kerumunan Suporter Inggris Jelang Final Euro 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)