Lima Rekor yang Pecah di Final Euro 2020

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 13 Jul 2021 14:10 WIB
Italys team celebrates with the trophy after winning the Euro 2020 soccer championship final between England and Italy at Wembley stadium in London, Sunday, July 11, 2021. (AP Photo/Frank Augstein, Pool)
Lima rekor pecah di Final Euro 2020 (AP/Frank Augstein)
Jakarta -

Final Euro 2020 sudah selesai dihelat akhir pekan kemarin. Ada lima rekor yang dipecahkan ketika Italia mengalahkan Inggris. Apa saja?

Pada laga yang dihelat di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB, Inggris unggul cepat pada menit kedua lewat Luke Shaw. Tapi, setelah itu Italia tampil lebih trengginas dan menekan habis Inggris.

Italia menyamakan skor pada menit ke-67 lewat Leonardo Bonucci. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit laga tuntas dan adu penalti harus dilakukan untuk menentukan pemenang.

Italia akhirnya merebut trofi Piala Eropa kedua dalam sejarahnya usai menang 3-2. Inggris lagi-lagi harus gigit jari karena gagal menambah trofi internasionalnya setelah Piala Dunia 1966.

Final Euro 2020 memang beda dari yang lain karena ada lima rekor pecah di sini. Berikut rekor-rekornya.

1. Gol tercepat

Luke Shaw mencetak gol tercepat sepanjang sejarah final Euro saat membobol gawang Gianluigi Donnarumma ketika laga berjalan 1 menit 56 detik, atau belum dua menit!

Tapi, gol Shaw cuma jadi yang tercepat kelima di turnamen Piala Eropa. Gol tercepat masih milik pemain Rusia Dmitri Kirichenko saat membobol gawang Yunani di detik ke-67 pada Piala Eropa 2004.

Shaw juga jadi orang Inggris ketiga yang bikin gol di final kompetisi top setelah Geoff Hurst dan Martin Peters.

2. Pencetak gol tertua

Leonardo Bonucci adalah pencetak gol tertua di laga final Euro saat membobol gawang Inggris, di usia 34 tahun 71 hari. Bonucci mengambil alih rekor penyerang Jerman Barat Bernd Hoelzenbein saat mencetak gol pada final 1976 menghadapi Cekoslovakia.

3. Pemain termuda

Bukayo Saka jadi pemain termuda Inggris yang tampil di final pada usia 19 tahun 309 hari. Dia juga masuk dalam salah satu pemain termuda yang tampil di final setelah Renato Sanches (18 tahun, Euro 2016), Cristiano Ronaldo (19 tahun, Euro 2004), dan Anatoly Baidachny (19 tahun, Euro 1972).

4. Catatan tak terkalahkan

Italia memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 34 pertandingan. Kekalahan terakhir adalah dari Portugal pada UEFA Nations League 10 September 2018. Italia adalah tim keempat yang berhasil memenangi Piala Eropa sebanyak dua kali atau lebih setelah Spanyol dan Jerman (tiga kali) serta Prancis (dua)

Gap 53 tahun adalah jarak terlama antara satu trofi ke trofi lainnya. Italia adalah tim pertama yang memenangi dua adu penalti beruntun di ajang Euro. Italia bahkan tidak pernah kebobolan duluan pada 18 pertandingan, sebelum final.

Italia bahkan cuma sekali kebobolan lebih dari satu gol pada 21 pertandingan Euro terakhirnya.

5. Extra Time

Ini jadi laga final Euro ketujuh yang harus dituntaskan lewat Extra Time setelah 1960, 1968, 1976, 1996, 2000, dan 2016, serta yang kedua lewat adu penalti setelah 1976.

Harry Kane sudah tampil 11 kali di putaran final Piala Eropa, menyamai rekor Gary Neville.

(mrp/cas)