Masa Depan Inggris Cerah, Akan Jadi Unggulan di Setiap Turnamen

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 13 Jul 2021 16:05 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11: Luke Shaw of England celebrates after scoring their teams first goal during the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Andy Rain - Pool/Getty Images)
Timnas Inggris menunjukkan peningkatan dalam 5 tahun terakhir. Foto: Getty Images/Andy Rain - Pool
Jakarta -

Eks pelatih Inggris Steve McClaren menyebut negaranya akan lebih diperhitungkan di masa depan usai nyaris menjuarai Piala Eropa 2020. The Three Lions tak akan lagi dipandang sebelah mata.

Inggris harus puas menjadi runner-up Euro 2020 usai kalah adu penalti dari Italia, Senin (12/7) dini hari WIB. Kekalahan ini memperpanjang dahaga trofi yang sudah berlangsung 55 tahun, setelah terakhir kali menjuarai Piala Dunia 1966.

Meski begitu, McClaren memuji perkembangan Inggris, setidaknya selama lima tahun terakhir. Dilatih Gareth Southgate, Harry Kane dkk bukan lagi tim yang ramai dibicarakan menjadi kandidat juara di awal turnamen tapi akhirnya menjadi macan ompong.

Keberhasilan lolos ke final Euro 2020 merupakan sebuah peningkatan, setelah sebelumnya berhasil menembus semifinal Piala Dunia 2018. Atas dasar ini, McClaren yakin Inggris punya kans meraih gelar yang lebih besar di masa depan.

"Ini skuad yang luar biasa. Gareth telah membangun tim yang bisa kami banggakan, dia menyatukan negara ini, memberi kami harapan untuk masa depan, dan harapan itu memang ada," kata McClaren kepada BBC Radio 5 live.

"Sekarang kami menjadi kandidat juara di setiap kompetisi, dan hal yang sama akan berlaku dalam satu setengah tahun ke depan (Piala Dunia 2022)."

"Kami akan belajar dari dua turnamen sebelumnya, di mana kami menembus semifinal dan final. Mereka punya momen untuk membangun karakter dan inilah yang utama," jelas pelatih Inggris pada 2006-2007 itu.

McClaren, yang dulu pernah melatih Southgate di Middlesbrough, menyebut mantan anak asuhnya itu bersama FA telah membangun fondasi Timnas Inggris sejak 8-10 tahun lalu, sewaktu Southgate masih menjabat kepala pengembangan pemain elite FA.

Kini, ada banyak pemain muda Inggris yang bersaing di level tinggi. Itu bisa dilihat dari rataan umur skuad Inggris di Euro 2020, yang hanya 25,27 tahun, termuda kedua di turnamen ini setelah Turki (24,96 tahun).

LONDON, ENGLAND - JULY 11: Jadon Sancho of England interacts with Jack Grealish of England and Raheem Sterling of England during the penalty shoot out during the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Carl Recine - Pool/Getty Images)Skuad Inggris saat ini banyak dihuni pemain muda. Foto: Getty Images/Carl Recine - Pool

"Saya pernah terlibat dalam Timnas Inggris selama beberapa tahun, dan secara teknik kami selalu tertinggal dari Spanyol, Prancis dan tim kuat lainnya. Secara taktik, fisik, dan mental juga," lanjut McClaren.

"Tapi sekarang, kami sudah menyusul mereka. Secara teknik, kami bisa bersaing dengan tim-tim tersebut," jelas pria 60 tahun itu.

(adp/aff)