Roberto Mancini, Spesialis Pemutus Puasa Gelar

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 13 Jul 2021 18:50 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11: Roberto Mancini, Head Coach of Italy celebrates with The Henri Delaunay Trophy following his teams victory in the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Mancini berpose dengan trofi Piala Eropa. Foto: Getty Images/Claudio Villa
Jakarta -

Roberto Mancini baru saja mengantarkan Italia juara Piala Eropa 2020. Selama berkarier di dunia sepakbola, pria 56 tahun itu dikenal sebagai spesialis pemutus dahaga gelar bagi tim yang dibelanya.

Italia menjadi juara Euro 2020 usai menundukkan Inggris lewat adu penalti di final, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Ini menjadi gelar kedua Gli Azzurri sepanjang sejarah turnamen benua biru tersebut, setelah yang pertama diraih pada 1968.

Sentuhan Mancini jelas begitu dipuji publik Italia. Ia mampu menuntaskan penantian 53 tahun negaranya menjadi kampiun Eropa. Giorgio Chiellini dkk juga tak terkalahkan di 34 laga terakhir, terlama dibandingkan capaian pelatih Italia manapun.

Berbicara soal penantian, ternyata ini bukanlah pertama kalinya Mancini berhasil menuntaskan dahaga gelar. Sejak masih aktif bermain, ia sudah pernah beberapa kali melakukannya.

Mancini merupakan bagian skuad Sampdoria yang berhasil menjuarai Serie A 1990/91. Itu adalah gelar liga pertama dan sejauh ini satu-satunya yang dimiliki Il Samp sejak berdiri pada 1946.

Hal serupa ia lakukan sembilan tahun kemudian bersama Lazio. Gelar di musim 1999/2000 merupakan scudetto kedua milik Biancoceleste sepanjang sejarah, pertama sejak 1974. Artinya, Mancini dan rekan-rekan memutus penantian 26 tahun.

Setelah memulai karier sebagai pelatih, giliran Inter Milan yang kecipratan prestasi. Saat melatih Nerazzurri pada 2004-2008, ia berhasil meraih scudetto tiga kali, yang pertama pada 2005/06.

Padahal, sebelum Mancini datang, scudetto terakhir yang diraih Inter terjadi pada 1989. Puasa 17 tahun berhasil dihentikan olehnya.

Selepas menangani Inter, Mancini pergi ke tanah seberang pada 2009, tepatnya Inggris, untuk melatih Manchester City. Di bawah kekuasaan Sheikh Mansour, Man City menjelma menjadi tim besar, dengan Mancini sebagai nahkodanya.

MANCHESTER, ENGLAND - MAY 13:  Vincent Kompany the captain of Manchester City and Roberto Mancini the manager of Manchester City pose with the trophy following the Barclays Premier League match between Manchester City and Queens Park Rangers at the Etihad Stadium on May 13, 2012 in Manchester, England.  (Photo by Alex Livesey/Getty Images)Mancini bersama Vincent Kompany saat Man City juara Liga Inggris pada 2012. Foto: Getty Images/Alex Livesey

Pada musim 2011/12, Man City secara dramatis memenangi Liga Inggris. Gelar liga tersebut merupakan yang ketiga buat The Citizens saat itu, atau pertama sejak 1968. Kini, Man City sudah punya 7 trofi Liga Inggris.

Gelar Euro 2020 kian menegaskan kehebatan Mancini sebagai salah satu pelatih top di dunia. Catatan pahit sebuah tim tanpa gelar untuk waktu yang lama terbukti bisa diputus olehnya.

(adp/aff)