Mau Tuan Rumah Euro 2028 atau Piala Dunia 2030, Italia?

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 17 Jul 2021 20:50 WIB
ROME, ITALY - APRIL 20:  A general view of the UEFA Euro 2020 Trophy at Stadio Olimpico during the UEFA Euro 2020 Trophy Tour of Rome on April 20, 2021 in Rome, Italy.  (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)
Italia mau jadi tuan rumah Euro 2028 atau Piala Dunia 2030? (Getty Images/Paolo Bruno)
Roma -

Italia lagi punya proyek besar dalam beberapa tahun ke depan. Target mereka adalah menggelar salah satu dari Euro 2028 atau Piala Dunia 2030.

Italia baru saja menuai sukses besar di Piala Eropa lalu saat mengalahkan Inggris di final lewat adu penalti. Ini mengakhiri puasa gelar mereka sejak terakhir merengkuh trofi Piala Dunia 2006.

Wajar sepakbola Italia dikatakan tengah bangkit usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018.

Meski demikian, Italia tak mau cuma dikenal lewat prestasinya di lapangan, tapi juga di luar lapangan, Maka dari itu Federasi Sepakbola Italia (FIGC) punya mimpi besar setidaknya dalam sedekade ke depan ini.

Italia ditargetkan bisa menjadi tuan rumah salah satu turnamen besar, yakni Euro 2028 atau Piala Dunia 2030. Untuk Euro sendiri, Italia pernah dua kali jadi tuan rumah tapi terakhir pada 1980 atau 41 tahun lalu.

Sementara, untuk ajang Piala Dunia, Italia terakhir jadi host pada 1990. Nah, khusus untuk Piala Dunia, Italia kabarnya ingin digandeng Arab Saudi untuk jadi tuan rumah bersama mengingat jumlah peserta turnamen bertambah jadi 48 tim mulai 2026.

Terkait dua rencana besar tersebut, FIGC memang belum bisa berkomentar banyak. Yang pasti FIGC akan menghitung dulu untung-rugi menjadi tuan rumah di dua ajang tersebut.

Apalagi Italia harus merenovasi stadion jika ingin jadi tuan rumah. Selain Allianz stadium, Dacia stadium, atau Gewiss stadium, kebanyakan stadion di Italia sudah berumur termasuk Olimpico dan San Siro, karena tidak pernah dipugar sejak 1990.

"Kami akan mengevaluasi keinginan Italia jadi tuan rumah Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030, di mana itu adalah peringatan seabad turnamen tersebut," ujar Presiden FIGC Gabriele Gravina seperti dikutip Reuters.

"Mari kita coba Euro dulu, baru berpikir yang lain," sambungnya.

"Kami harus memperbaiki kondisi stadion karena jika kami tidak memulai untuk memperbaiki infrastruktur, maka kami tidak akan pernah bisa menggelar turnamen besar lagi."

"Kami harus bergerak cepat. Menurut saya, kami tidak bisa berpikir 'kami punya stadion dan akan kami perbaiki jika Anda menjadikan kami tuan rumah'. Bukan seperti itu," tutup Gravina.

(mrp/cas)