Olimpiade Tokyo 2020: Skuad Jerman Mogok Main Usai Mendapat Ejekan Rasis

Adhi Prasetya - Sepakbola
Minggu, 18 Jul 2021 07:00 WIB
DUSSELDORF, GERMANY - MARCH 23: (EXCLUSIVE COVERAGE) Jordan Torunarigha poses during the Germany U21 Team Presentation on March 23, 2019 in Dusseldorf, Germany. (Photo by Sebastian Widmann/Getty Images)
Jordan Torunarigha mendapat ejekan berbau rasis jelang Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Getty Images/Sebastian Widmann
Wakayama -

Kejadian tak mengenakkan dialami Timnas Jerman yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Salah seorang pemainnya, Jordan Torunarigha menerima hinaan berbau rasisme di laga uji coba.

Dilaporkan BBC dan ESPN, peristiwa itu terjadi di laga melawan Honduras, Sabtu (17/7/2021) waktu Jepang. Pertandingan ini merupakan pemanasan sebelum memulai turnamen dengan menghadapi Brasil pada tanggal 22 Juli.

Pada laga yang memakai format 3 x 30 menit ini, Honduras sempat unggul lebih dulu lewat Douglas Martinez sebelum Jerman menyamakan kedudukan melalui Felix Uduokhai. Namun tak lama setelahnya, saat laga tersisa 5 menit, para pemain Jerman memutuskan keluar lapangan.



Hal ini disebabkan Torunarigha beberapa kali menerima ejekan berbau rasisme. Bek Hertha Berlin berusia 23 tahun itu memang memiliki darah Nigeria, namun lahir dan besar di Jerman.

"Jika salah satu pemain kami menerima perlakuan rasis, tak ada lagi alasan bagi kami untuk terus bermain," ujar pelatih Jerman Stefan Kuntz.

"Dia sangat kesal karena dia bilang beberapa kali dia dilecehkan secara rasial. Bagi kami jelas, hal ini melanggar nilai-nilai yang kami yakini dan tak bisa memberi toleransi. Kami akan melindungi para pemain kami," sambung pemenang Piala Eropa 1996 itu.

Federasi Sepakbola Honduras memberi tanggapan bahwa apa yang terjadi di lapangan adalah sebuah kesalahpahaman, namun Kuntz mengaku seusai laga dihentikan, skuad Honduras datang menghampiri skuad Jerman di bangku cadangan dan meminta maaf.

"Setelah situasinya sedikit tenang, seluruh tim Honduras datang dan meminta maaf kepada kami. Bagi kami, masalahnya sekarang sudah selesai," lanjut Kuntz.

(adp/ran)