Hiddink Putuskan Tinggalkan PSV
Jumat, 24 Mar 2006 23:33 WIB
Eindhoven - Berbinar-binarlah tim-tim yang belakangan dikabarkan ingin memakai jasa Guus Hiddink. Pelatih asal Belanda itu dipastikan 'tersedia' karena telah memutuskan hengkang dari PSV Eindhoven.Dalam keterangan pers-nya, Jumat (24/3/2006), Hiddink menyatakan tidak akan menambah masa kerjanya di Phillipstadion setelah kompetisi musim ini selesai, saat mana kontraknya berakhir.Dikatakannya, keputusan meninggalkan PSV dikarenakan kombinasi beberapa faktor. Meski tidak menyebutkannya langsung, namun Hiddink beberapa kali diberitakan terlibat perselisihan pendapat dengan ketua klub Ron Westerhof.Pria berusia 59 tahun itu juga sedang dibayang-bayangi masalah hukum setelah disebut-sebut bakal jadi tersangka dalam kasus investigasi kriminal menyangkut pemalsuan pajak.Yang menarik adalah ke mana Hiddink akan melanjutkan karirnya. Sayang, ia tidak memberi gambaran yang jelas perihal pelabuhan baru yang bisa dihampirinya, meskipun banyak yang meminatinya."Saat ini belum ada yang kongkret tentang masa depanku, tapi memang ada kontak dengan beberapa tim," tutur pelatih yang santer diisukan akan menangani timnas Inggris, Rusia, atau Afrika Selatan itu."Aku memiliki empat musim yang luar biasa bersama PSV dengan beberapa kesukesan, dan mungkin dua tropi lagi," tambah Hiddink merujuk pada PSV yang musim ini berpeluang meraih gelar ganda di kancah domestik.Sejak kedatangannya di Eindhoven pada 2002, setelah mengantarkan Korea Selatan menembus babak semifinal Piala Dunia di tahun yang sama, PSV memenangi titel Liga Belanda 2003 dan meraup double-winner di musim lalu, saat mereka juga mencapai babak semifinal Liga Champions.Pada Juli 2005 Hiddink dikontrak bekerja part-time sebagai pelatih timnas Australia. Hasilnya, ia sukses meloloskan Negeri Kangguru ke putaran final Piala Dunia (2006) untuk pertama kalinya dalam 32 tahun terakhir.Foto: Guus Hiddink saat meninggalkan acara konferensi pers di Eindhoven usai menyatakan keputusannya meninggalkan PSV di akhir musim ini. (AFP/Jan Daniels) (a2s/)











































