Cavani Sakit Hati Tak Bisa Bela Uruguay, tapi...

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 04 Sep 2021 07:00 WIB
BRASILIA, BRAZIL - JULY 03: Edinson Cavani of Uruguay reacts during a quarter-final match of Copa America Brazil 2021 between Colombia and Uruguay at Mane Garrincha Stadium on July 03, 2021 in Brasilia, Brazil. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)
Edinson Cavani sakit hati tak bisa membela Timnas Uruguay tapi... (Getty Images/Buda Mendes)
Manchester -

Edinson Cavani mengaku sakit hati tak bisa membela Timnas Uruguay. Tapi, pada akhirnya Cavani harus legawa menerima keputusan Manchester United.

Cavani adalah salah satu dari 50 pemain yang dilarang tampil untuk negaranya di jeda internasional kali ini. Sebab, Uruguay adalah salah satu negara yang masuk daftar merah pemerintah Inggris di tengah pandemi Covid-19.

Jika Cavani tetap membela Timnas Uruguay di Kualifikasi Piala Dunia 2022, maka dia harus menjalani karantina 10 hari setibanya di Inggris lagi. Tak ada dispensasi untuk atlet sekalipun saat ini mengingat pemerintah tengah berupaya menekan angka penularan.

Maka dari itu MU tak mau mengizinkan Cavani gabung Uruguay karena lebih banyak kerugian ketimbang manfaat. Dengan Cavani hanya berdiam diri di hotel selama itu, kondisi fisiknya tentu akan memburuk karena tidak mendapat porsi latihan yang tepat.

Memang klub punya kuasa atas pemain mengingat mereka yang memberikan gaji. Tapi, di satu sisi, Cavani merasa terpanggil untuk membela negaranya.

Wajar jika Cavani akhirnya merasa kesal dengan keputusan klub tersebut, mengingat ada beberapa klub Inggris yang melepas pemainnya seperti Emiliano Martinez dan Emiliano Buendia yang masih main untuk Timnas Argentina.

"Kami harus berhadapan dengan dua keputusan yang dibuat oleh operator turnamen tertentu dan juga liga. Tidak satupun dari kedua keputusan itu menguntungkan kami," ujar Edinson Cavani kepada AUFTV.

"Membela timnas tidak membuat kami kaya. Kami berkomitmen pada diri kami sendiri dan juga moral untuk membela negara," sambungnya,

"Saya bilang kepada Profesor (Pelatih Uruguay Oscar Tabarez): Saya akan mati-matian membela timnas, tapi saya juga harus membuat keputusan karena situasinya serba sulit di sini."

"Saya tidak diizinkan untuk berlatih setelah itu dan bahkan tidak diperbolehkan memilih antara klub dan timnas. Saya sangat ingin membela timnas."

(mrp/raw)