ADVERTISEMENT

Wenger Ingin Piala Dunia Dua Tahun Sekali, Apa Alasannya?

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 04 Sep 2021 08:40 WIB
BUENOS AIRES, ARGENTINA - FEBRUARY 22: Detail of FIFA World Cup Trophy replica before a match between Independiente and Gimnasia y Esgrima La Plata as part of Superliga 2019/20 at Estadio Libertadores de America on February 22, 2020 in Buenos Aires, Argentina. (Photo by Marcelo Endelli/Getty Images)
Arsene Wenger ingin Piala Dunia dihelat dua tahun sekali (Getty Images/Marcelo Endelli)
Zurich -

Arsene Wenger menyebut Piala Dunia dua tahun sekali ideal untuk masa depan sepakbola. Sebab, para pemain punya waktu istirahat lebih banyak.

Sebagai Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA, Wenger tentu punya tugas semacam itu, yakni merumuskan format kompetisi yang layak untuk semua kalangan, baik pemain, klub, dan juga penonton.

Nah, ide Wenger menggelar Piala Dunia dua tahun sekali, dari yang biasanya empat tahun sekali, demi memberikan tontonan yang bermutu untuk para penggemar sepakbola. Selain itu, para pemain akan menjalani kalender kompetisi yang lebih simpel, karena kualifikasi tidak perlu dijalankan dalam periode yang panjang.

Untuk saat ini, setiap tahunnya para pemain harus membela negara di empat periode yakni September hingga Oktober serta Maret, yang biasanya diisi kualifikasi Piala Dunia, Piala Afrika, Piala Eropa, atau Piala Asia. Tak jarang, klub-klub mengeluhkan hal ini karena mengganggu program mereka selama semusim.

Sementara Wenger memberikan ide bahwa jeda internasional hanya akan dihelat dua kali semusim, masing-masing di paruh pertama dan kedua. Dengan demikian, para pemain akan punya waktu lebih banyak bersama klub.

"Ide besar di awal adalah menggelar seluruh pertandingan kualifikasi di dua jeda internasional, Oktober dan Maret, agar kalender kompetisi lebih baik, memudahkan klub. dan tidak ada banyak masalah terkait timnas. Ide saya adalah mengurangi jumlah laga kualifikasi, mengumpulkan mereka bersama-sama, dan ada Piala Dunia atau kejuaraan kontinental di setiap konfederasi per dua tahun," ujar Wenger seperti dikutip talkSport.

"Selain bertugas di jeda internasional selama dua kali, para pemain lebih banyak bersama klub," sambungnya.

"Ide ini sama sekali tidak merugikan pemain. Jumlah pertandingan sama seperti sebelumnya dan para pemain tidak sering pergi membela timnas. Tujuannya adalah meningkatkan level permainan serta kompetisi, bukan karena uang. Sebab FIFA sudah memberikan dana bantuan ke seluruh federasi untuk mengembangkan persepakbolaan."

"Untuk para pemain, mereka tidak perlu bertanding lebih banyak dan bakal ada waktu istirahat cukup panjang - menurut saya sekitar 25 hari lah," tutup Arsene Wenger.

Ide Arsene Wenger ini sejatinya baru bisa diaplikasikan setelah Piala Dunia 2026 yang dihelat di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

(mrp/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT