Malam yang Sempurna bagi Italia

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 09 Sep 2021 07:31 WIB
REGGIO NELLEMILIA, ITALY - SEPTEMBER 08: Giovanni Di Lorenzo of Italy celebrates with Bryan Cristante and team mates after scoring their sides fifth goal during the 2022 FIFA World Cup Qualifier match between Italy and Lithuania at Mapei Stadium - Citta del Tricolore on September 08, 2021 in Reggio nellEmilia, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Italia sukses menghabisi Lithuania. Foto: Getty Images/Marco Luzzani
Reggio nell'Emilia -

Italia berhasil menggilas Lithuania 5-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup C zona Eropa. Pelatih Roberto Mancini puas penampilan timnya, yang banyak diisi pemain muda.

Di Stadion Mapei, Kamis (9/9/2021) dini hari WIB, Italia sukses unggul 4-0 hanya dalam waktu setengah jam saja. Striker anyar Juventus, Moise Kean membuka keunggulan di menit ke-11, memanfaatkan blunder backpass dari pertahanan tim tamu.

Gol bunuh diri Edgaras Utkus di menit ke-14, sepakan Giacomo Raspadori di menit ke-24, serta tendangan voli Kean di menit ke-29 kian menambah derita Lithuania di paruh pertama.

Giovanni Di Lorenzo kemudian melengkapi pesta gol Italia di babak kedua dengan tendangan lob cantiknya di menit ke-54 yang bersarang di pojok kiri gawang lawan. Ini merupakan kemenangan perdana Gli Azzurri usai Euro 2020, setelah sebelumnya ditahan imbang Bulgaria dan Swiss.

Tak cuma itu, hasil kali ini pun diraih dengan nyaris sempurna, sebab Italia betul-betul mendominasi permainan. Selama sekitar 90 menit, Jorginho dkk mencatat 68 persen penguasaan bola.

Italia juga melepaskan 20 tembakan, dengan lima di antaranya berujung gol dan satu membentur tiang. Bandingkan dengan Lithuania yang hanya punya satu shot on goal dari 5 usaha mereka, itu pun terjadi di menit ke-10 dan berhasil ditangkap Gianluigi Donnarumma.

Sisa 80 menit berikutnya, gawang Italia relatif aman dari serangan, termasuk ketika Salvatore Sirigu masuk di babak kedua menggantikan Donnarumma.

"Meski kehilangan banyak pemain selama beberapa hari terakhir, skuad yang ada mampu bereaksi dengan baik. Jelas lawan kami bukanlah tim berkualitas tinggi, tapi kamu juga tak selalu bisa mencetak 5-6 gol kan di setiap laga, jadi tadi itu penampilan yang baik." ujar Mancini kepada RAI Sport seusai laga.

Secara khusus, Mancini juga memuji Kean dan Raspadori yang jadi bintang kemenangan di laga ini. Pelatih 56 tahun itu memberi pesan kepada dua pemain mudanya itu.

"Kami sudah membawa Raspadori ke Piala Eropa kemarin, kami menyadari kualitasnya, tapi dia masih muda dan perlu menambah pengalaman. Jelas, semuanya kini bergantung pada pikiran dan penampilan mereka."

"Jika mereka melakukan yang perlu dilakukan, bekerja keras, tetap teratur di lapangan, maka segalanya akan ditentukan oleh mereka sendiri, tapi mereka pantas mendapat kesempatan," ujar Mancini lagi.

Kemenangan ini mempertajam rekor tak terkalahkan Italia menjadi 37 laga, terbanyak dibandingkan negara manapun. Mereka juga memantapkan posisi di puncak klasemen Grup C dengan 14 poin, unggul 6 poin dari Swiss. Meski begitu, Swiss masih punya tabungan dua laga lebih banyak

(adp/rin)