Kapten Jepang Ngamuk, Merasa Jadi Korban Rasisme Suporter Arab Saudi

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 08 Okt 2021 13:40 WIB
Japans defender Maya Yoshida (R) vies for the ball with Saudis midfielder Sami al-Najei during the 2022 Qatar World Cup Asian Qualifiers football match between Saudi Arabia and Japan, at the King Abdullah Sport City Stadium in Jeddah, on October 7, 2021. (Photo by - / AFP)
Maya Yoshida diduga mendapat pelecehan berbau rasial dari fans Arab Saudi (AFP/-)
Jeddah -

Kapten Timnas Jepang, Maya Yoshida, ngamuk-ngamuk. Bukan karena kekalahan di markas Arab Saudi, tapi karena ada dugaan aksi rasisme dari fans tuan rumah.

Jepang melawat ke markas Arab Saudi di King Abdullah Sports City, Kamis (7/10/2021) malam WIB, dalam lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Jepang harus menyerah dengan skor 0-1 setelah Arab mencetak gol kemenangan di menit ke-71 lewat Firas al-Buraikan. Seperti biasa, pemain diharuskan untuk meladeni sesi wawancara usai pertandingan.

Nah, ketika Maya Yoshida tengah menjalani sesi wawancara di depan tribun penonton, ada sekumpulan fans Arab Saudi yang melontarkan gestur seakan mengejek pemain Sampdoria itu.

Celakanya gestur tersebut berbau pelecehan rasialis kepada Yoshida. Tak ayal, Yoshida pun langsung menghampiri tribun penonton tersebut dengan kesal dan memaki penonton tersebut.

Yoshida, dalam rekaman video yang viral di sosial media, tampak menunjuk-nunjuk suporter tersebut. Berikutnya ada ofisial Jepang yang melerai dan meminta Yoshida kembali ke booth untuk melanjutkan wawancara.

"Mereka mengeluarkan isyarat pelecehan rasialis. Saya tidak bisa terima itu. Itu terjadi pada pertandingan kualifikasi terakhir. Sangat mengecewakan," ujar Yoshida seperti dikutip France24.

Balik ke hasil pertandingan, Jepang kini terancam tak lolos ke putaran final di Qatar tahun depan setelah cuma mengumpulkan tiga poin dari tiga laga Grup B. Mereka ada di posisi keempat, selisih enam angka dari Australia di puncak klasemen.

Jepang wajib menang kala menghadapi Australia Selasa nanti jika tak mau gagal ke Piala Dunia pertama kalinya sejak 1994. Deretan hasil buruk di kualifikasi ini, satu menang dan dua kalah, membuat pelatih Hajime Moriyasu dalam tekanan.

(mrp/adp)