Siapa Suporter yang Kejar Messi di Laga Le Classique?

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 26 Okt 2021 17:02 WIB
Lionel Messi dan penyusup lapangan di laga Marseille vs Paris Saint-Germain, Minggu 24 Oktober 2021.
Ada penonton yang kejar Lionel Messi di laga Le Classique akhir pekan lalu. (Foto: Daniel Cole/AP)
Marseille -

Ada penonton yang masuk ke lapangan dan mengejar Lionel Messi di laga Le Classique akhir pekan lalu. Siapa orang tersebut?

Messi menjalani debut di Le Classique, El Clasico-nya Ligue 1 akhir pekan lalu. La Pulga dimainkan Paris Saint-Germain, saat bertandang ke markas Marseille di Orange Velodrome, Marseille, Senin (25/10) dini hari WIB.

Di laga itu, ada momen di mana Messi dikejar penonton. Itu terjadi pada babak kedua, tepatnya di menit ke-73.

Saat berusaha menggocek dua pemain Marseille, Messi dikejar penonton, yang menerobos masuk lapangan. Si penonton itu ingin mendekati bintang asal Argentina.

Lionel Messi sendiri menghentikan aksinya, dan suporter digelandang petugas keamanan keluar lapangan. Laga dilanjutkan, dan Marseille vs PSG tuntas 0-0.

Marseille kemudian terancam sanksi pengurangan poin, usai ada penonton yang masuk ke lapangannya. Sebab, Marseille sudah dua kali terlibat kerusuhan di stadion, yakni ketika melawan Nice dan Angers di Ligue 1.

Namun, RMC menilai ada kans Marseille lolos dari sanksi itu. Sebab, suporter yang nekat mengejar Messi diketahui bukan penggemarnya.

RMC menyebut suporter itu bukan fans Marseille. Hal itu diketahui dari riwayat pembelian tiketnya, di mana pria itu jarang menonton laga di stadion.

Saat diinterogasi kepolisian, pria itu juga kesulitan menjelaskan dirinya dalam bahas Prancis. Pria itu juga tak diketahui identitasnya, dan tidak punya alamat tetap di wilayah tersebut.

RMC mengklaim, Marseille bakal membedakan invasi ke lapangan yang dilakukan suporter itu. Klub juga akan mengacu pada laga melawan Angers, di mana penonton yang masuk ke lapangan cuma ingin bertemu Jorge Sampaoli, dan klub kemudian tidak disanksi.

Komite Disiplin Ligue 1 sudah menggelar rapat pada Senin (25/10). Saat ini, mereka masih mempelajarinya dengan mengumpulkan bukti-bukti.

(yna/aff)