ADVERTISEMENT

Afsel Kalah, Minta Tanding Ulang... Soalnya Ada Penalti Kontroversial!

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 17 Nov 2021 13:43 WIB
JOHANNESBURG, SOUTH AFRICA - SEPTEMBER 06: Thapelo Morena, Percy Tau of  South Africa and Gideon Mensah of Ghana during the 2022 FIFA World Cup Qualifier match between South Africa and Ghana at FNB Stadium on September 06, 2021 in Johannesburg, South Africa. (Photo by Lefty Shivambu/Gallo Images/Getty Images)
Afrika Selatan minta laga lawan Ghana diulang (Foto: Getty Images/Gallo Images)
Cape Coast -

Afrika Selatan (Afsel) meminta laga kontra Ghana diulang usai Bafana Bafana kalah akibat penalti kontroversial. Hasil ini bikin Afsel gagal ke Piala Dunia 2022.

Afrika Selatan takluk 0-1 dari Ghana di Cape Coast Sport Stadium pada laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Afrika, Senin (15/11). Gol tunggal kemenangan Ghana lahir dari penalti Andre Ayew.

Hasil ini membuat Afrika Selatan harus memupus mimpi mereka ke Piala Dunia 2022. Afrika Selatan sebenarnya hanya butuh hasil imbang di laga ini demi ke fase selanjutnya.

Namun, Bafana Bafana justru kalah dan harus tergusur oleh Ghana dari puncak klasemen. Dua negara sebenarnya punya poin sama yaitu 13. Ghana berhak lolos ke babak berikutnya karena unggul agresivitas gol.

Kubu Afrika Selatan belum sepenuhnya menerima kekalahan pahit ini. Mereka mempermasalahkan penalti Ghana yang berbuah gol kemenangan yang dinilai kontroversial.

Penalti diberikan wasit kepada Ghana pada menit ke-32 akibat bek Afrika Selatan Rushine De Reuck dianggap melanggar Daniel Amartey. Dalam tayangan ulangan, tampak kontak De Reuck ke Amartey terbilang minim. Bek Leicester City ini bahkan lebih terlihat melakukan diving.

Ketua Eksekutif Federasi Sepakbola Afrika Selatan, Tebogo Motlanthe, menegaskan akan menulis surat ke Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) untuk menyelidiki pertandingan ini. Ia merasa Afrika Selatan telah dirampok oleh wasit.

"Kami akan menulis surat kepada CAF dan FIFA - pertama untuk menyelidiki bagaimana laga ini dilangsungkan dan kedua untuk menentang beberapa keputusan yang terjadi. Kami sudah mengatakan ke match commissioner bahwa kami akan mengajukan keluhan secara resmi," ujar Motlanthe dikutip dari Independent.

"Kami merasa sangat dirampok karena ini harusnya bukan insiden yang mengakibatkan penalti. Ada banyak keputusan perangkat pertandingan yang bisa dipertanyakan.Kami akan mendatangkan ahli untuk untuk membedah beberapa insiden yang lain, sehingga kami berada di posisi yang kuat dalam kasus ini," jelasnya.

"Kami melihat aturan yang ditetapkan FIFA dengan memerintahkan kami untuk memainkan ulang laga melawan Senegal dan kami pikir jika keadilan perlu ditegakkan, kami merasa keputusan harus diambil terhadap pertandingan melawan Ghana ini juga."

FIFA sebelumnya sempat memutuskan untuk mengulang pertandingan antara Afrika Selatan vs Senegal pada 2016 di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Laga yang dimenangi Afrika Selatan 2-1 tersebut diulang karena wasit Cheikh N'Doye terbukti terlibat dalam pengaturan skor.

(pur/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT