ADVERTISEMENT

Takhayul Italia Saat Juara Euro 2020

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 26 Jan 2022 09:41 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11: Giorgio Chiellini and Leonardo Bonucci of Italy celebrate with The Henri Delaunay Trophy towards the fans following their teams victory in the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Paul Ellis - Pool/Getty Images)
Timnas Italia juara Euro 2020 usai mengalahkan Inggris di final lewat adu penalti (Foto: Getty Images/Paul Ellis - Pool)
Jakarta -

Italia menjalani Euro 2020 lalu dengan mengesankan hingga akhirnya jadi juara. Ada satu 'tradisi' yang dipertahankan Italia sejak awal turnamen.

Italia keluar sebagai juara Euro 2020 usai mengalahkan Inggris di final lewat adu penalti. Pertandingan harus dituntaskan lewat adu tos-tosan usai pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga extra time.

Bek Italia Leonardo Bonucci bercerita soal satu 'tradisi' yang kemudian jadi takhayul buat timnas Italia di sepanjang Piala Eropa 2020.

Jelang pertandingan pertama di fase grup melawan Turki, bus tim Italia meninggalkan hotel tanpa asisten pelatih, Gianluca Vialli. Karena pertandingan berakhir kemenangan untuk Italia, mereka kemudian menjadikannya sebagai semacam 'ritual'.

Usai jadi juara Euro 2020 di Stadion Wembley, timnas Italia disambut meriah dan diarak di Roma. Bonucci mengungkap perayaan rekan-rekan setimnya pada malam setelah juara.

"Setelah jadi juara, kami merayakannya sepanjang malam. Begitu kami tiba di Roma, kami tidak bisa menahannya. (Nicolo) Barella mabuk," ucap Bonucci.

"Pada akhirnya Anda menyadari bahwa Anda siap untuk situasi tertentu bahkan jika Anda tidak tahu. Bahkan selama turnamen, kami menikmati barbeku dan minum-minum bersama," katanya menambahkan.

(nds/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT