Kok Mo Salah Jadi Penendang Kelima Mesir?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 07 Feb 2022 16:45 WIB
Egypts Mohamed Salah reacts after the African Cup of Nations 2022 final soccer match between Senegal and Egypt at the Ahmadou Ahidjo stadium in Yaounde, Cameroon, Sunday, Feb. 6, 2022. (AP Photo/Sunday Alamba)
Lesunya Salah usai Mesir gagal juara Piala Afrika 2021. Foto: AP/Sunday Alamba
Jakarta -

Mesir gagal menjuarai Piala Afrika 2021 usai kalah adu penalti dari Senegal di final. Keputusan menunjuk Mohamed Salah menjadi penendang terakhir pun dikritisi.

Salah yang menjadi aktor sentral perjalanan Mesir menuju laga puncak hanya bisa tertunduk di tengah lapangan saat rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane menuntaskan penalti terakhir Senegal menjadi gol untuk membawa skuad Singa Teranga menjadi juara.

Dalam adu penalti yang berakhir 4-2 itu, Salah sama sekali tak mendapat kesempatan menendang penalti. Besar kemungkinan ia ditempatkan sebagai penendang kelima, namun tak sempat menjalankan tugasnya.

Sebab, dua penendang Mesir lainnya, Mohamed Abdelmonem dan Mohanad Lasheen lebih dulu gagal menjalankan tugasnya. Mesir sudah dipastikan kalah sebelum tendangan kelima diambil.

Legenda Liverpool Jamie Carragher pun memberi pendapatnya soal urutan penendang penalti itu. Pria yang kini berprofesi sebagai komentator itu menilai Salah harusnya tak ditaruh sebagai penendang terakhir.

"Itulah sebabnya penendang penalti terbaik di tim harusnya tak ditempatkan di urutan kelima. Mo Salah tak ambil bagian dalam adu penalti adalah situasi gila. Seperti yang terjadi kepada (Cristiano) Ronaldo beberapa tahun lalu di laga Portugal vs Spanyol," cuit Carragher di media sosial.

Carragher merujuk pada laga semifinal Euro 2012. Portugal vs Spanyol harus dituntaskan lewat adu penalti setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Seperti Senegal vs Mesir, adu penalti tersebut dimenangi Spanyol 4-2. Sebagai tim yang mendapat giliran pertama, empat dari lima penendang La Furia Roja sukses menjalankan tugas, termasuk Cesc Fabregas yang menjadi penendang terakhir.

Sementara di kubu Portugal, Joao Moutinho dan Bruno Alves gagal menjalankan tugasnya. Ronaldo sebagai penendang kelima saat itu tak mendapat kesempatan karena sepakan Febregas lebih dulu memastikan kemenangan Spanyol.

DONETSK, UKRAINE - JUNE 27:  Cristiano Ronaldo of Portugal looks dejected after losing a penalty shoot out during the UEFA EURO 2012 semi final match between Portugal and Spain at Donbass Arena on June 27, 2012 in Donetsk, Ukraine.  (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)Ronaldo tertunduk lesu usai Portugal kalah adu penalti dari Spanyol, dan ia belum menendang penalti. Foto: Getty Images/Laurence Griffiths

Kembali ke laga Senegal vs Mesir, satu hal lain yang disorot Carragher adalah soal penendang pertama. Mesir dikabarkan menang lemparan koin untuk menentukan siapa yang menendang pertama dalam adu penalti, namun mereka memilih untuk memberikan kesempatan itu kepada Senegal.

Padahal, menjadi penendang pertama dinilai memiliki keuntungan tersendiri. "Hal bodoh lain dalam adu penalti adalah saat tim menang lemparan koin tapi malah memberikan kesempatan menendang pertama kepada lawan," ujar Carragher menambahkan.

(adp/aff)