Pemain Inggris Senang Lihat Italia Gagal ke Piala Dunia 2022?

Yanu Arifin - Sepakbola
Minggu, 27 Mar 2022 11:00 WIB
PALERMO, ITALY - MARCH 24: Giorgio Chiellini of Italy reacts at the end of  the 2022 FIFA World Cup Qualifier knockout round play-off match between Italy and North Macedonia at Stadio Comunale Renzo Barbera on March 24, 2022 in Palermo, Italy . (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Gelandang Italia, Jorginho, menutup mukanya usai gagal tampil di Piala Dunia 2022. (Foto: Claudio Villa/Getty Images)
London -

Italia gagal tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar usai dikalahkan Makedonia Utara. Apakah itu membuat pemain Timnas Inggris senang?

Italia untuk kedua kalinya secara beruntun gagal tampil di Piala Dunia. Setelah absen di edisi 2018, Gli Azzurri juga tak bisa bermain di Qatar tahun ini.

Kegagalan Italia dipastikan saat kalah 0-1 dari Makedonia Utara di playoff Piala Dunia 2022 tengah pekan lalu. Gol lawan di menit akhir memastikan Jorginho dkk gigit jari.

Apa yang menimpa Italia kemudian membuat pemain Inggris disorot. The Three Lions sebelumnya dikalahkan Italia di final Euro 2020.

Ada anggapan pemain Timnas Inggris senang melihat kegagalan Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2022. Hal itu kemudian ditepis Mount, yang menegaskan juga sedih melihat rekannya, Jorginho, gagal ke Piala Dunia 2022 .

"Tidak, saya tidak akan memberinya lelucon atau tetap tentang apa yang terjadi dengan Italia. Sulit bagi saya untuk melihat pemain yang telah bersama selama tiga tahun terakhir mengalami hal seperti itu," kata Mount dilansir Mirror.

"Anda tahu berapa banyak kerja keras yang diperlukan untuk masuk ke posisi itu, jadi gagal pasti begitu mengecewakan. Saya benar-benar mengiriminya pesan kecil dan berkata, "Tetap semangat, Anda menjalani musim yang luar biasa dan, semoga, kami bisa melanjutkan musim ini untuk memenangkan lebih banyak hal bersama-sama."

"Saya selalu menyebut Jorgy adalah joker di grup. Tetapi ketika datang ke pertandingan besar melawan kami, tidak ada yang lain selain rasa hormat di antara kami. Ketika berada di level itu dan bermain di final, sepakbola ada di depan mata dan ada gairah yang masuk ke dalam permainan. Rasa lapar untuk menang bagi negara Anda sangat berarti, jadi tidak akan pernah ada lelucon tentang hal itu setelahnya," jelasnya.

(yna/rin)