Bencana Sepakbola buat Italia

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 26 Mar 2022 03:00 WIB
PALERMO, ITALY - MARCH 24: Giorgio Chiellini of Italy reacts at the end of  the 2022 FIFA World Cup Qualifier knockout round play-off match between Italy and North Macedonia at Stadio Comunale Renzo Barbera on March 24, 2022 in Palermo, Italy . (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Italia tak lolos ke Piala Dunia 2022. (Foto: Getty Images/Claudio Villa)
Jakarta -

Belum setahun lalu Italia berpesta usai juara Piala Eropa 2020. Kini Gli Azzurri menangis karena gagal ke Piala Dunia 2022. Sebuah bencana buat Italia.

Italia gagal berangkat ke Qatar, tempat digelarnya ke Piala Dunia 2022 akhir tahun ini, usai disingkirkan Makedonia Utara pada semifinal play-off. Skuad polesan Roberto Mancini itu kalah 0-1 akibat gol pada masa injury time.

Kekalahan itu menandai kegagalan Italia untuk tampil di Piala Dunia kedua kalinya beruntun. Ya, dua kali beruntun, karena Italia juga tersingkir pada babak play-off Piala Dunia 2018 silam oleh Swedia.

Hasil ini teramat ironis mengingat Italia diselimuti pujian terkait permainan mereka, hingga berhasil juara Piala Eropa. Roberto Mancini membuat Italia lepas dari citra permainan defensif, dengan kini tampil menyerang dan mengambil inisiatif dengan bola.

Di bawah arahan Mancini, Italia sempat tak terkalahkan di 37 pertandingan. Mereka bahkan melewati fase grup Piala Eropa 2020 dengan sempurna, tanpa kebobolan, dan terus melaju hingga menjadi kampiun.

"Ini bencana. Mereka memenangi Piala Eropa beberapa bulan lalu dan mereka mungkin salah satu favorit untuk juara Piala Dunia, sekarang mereka tersingkir oleh Makedonia Utara," ungkap mantan pelatih AS Roma, Fiorentina, Sampdoria, dan Lazio Sven-Goran Eriksson.

"Itu sangat-sangat menyakitkan. Saya belum punya keberanian untuk menelepon teman saya, Mancini, tapi saya akan melakukannya. Buat penggemar Italia, ini rasanya mustahil, tapi ya sayangnya kejadian," ujarnya kepada Sky Sports dilansir Metro.

Absennya Italia niscaya bikin atmosfer di Piala Dunia 2022 terasa sedikit berbeda. Bagaimanapun juga, mereka punya sejarah panjang di turnamen empat tahunan itu selain merupakan juara Eropa.

Tapi absennya Italia berarti negara-negara unggulan lainnya bisa punya peluang lebih besar. Sven-Goran Eriksson menyebut Inggris, yang dikalahkan Italia di final Piala Eropa 2020 lalu, punya kans bagus untuk menebus kegagalan pada Piala Dunia 2022 mendatang.

"Saya yakin mereka punya kans besar untuk memenanginya. Mereka nyaris menjuarai Piala Eropa dan saya rasa mereka salah satu favorit besar untuk menjuarai Piala Dunia," ungkap mantan pelatih Inggris pada 2001-2006 silam itu.

"Mereka punya banyak pemain bagus, jadi mungkin ini waktunya untuk juara."

(raw/mrp)