FIFA Bantah Pernah Usulkan Piala Dunia Dua Tahun Sekali

ADVERTISEMENT

FIFA Bantah Pernah Usulkan Piala Dunia Dua Tahun Sekali

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 01 Apr 2022 03:00 WIB
ZURICH, SWITZERLAND - OCTOBER 13: A FIFA logo next to the entrance during part I of the FIFA Council Meeting 2016 at the FIFA headquarters on October 13, 2016 in Zurich, Switzerland. (Photo by Philipp Schmidli/Getty Images)
FIFA mengaku wacana Piala Dunia dua tahun sekali hanya sekadar studi kelayakan. Foto: Philipp Schmidli/Getty Images
Doha -

Presiden FIFA Gianni Infantino membantah organisasinya ingin menggelar Piala Dunia tiap dua tahun sekali. Namun ia juga tak menutup kemungkinan hal itu terjadi di masa depan.

Lewat Arsene Wenger selaku Chief of Global Football Development, FIFA sempat melempar gagasan menggelar Piala Dunia tiap dua tahun sekali, yang menimbulkan pro kontra di kalangan masayarakat.

Studi kelayakan pun dilakukan, dan ESPN melaporkan tiap negara anggota bisa mendapat 19 juta dolar setiap empat tahun jika Piala Dunia digelar dua tahun sekali, yang bisa menjadi daya tawar kuat. Namun sejumlah negara besar sepakbola menentangnya.

Pada Kongres FIFA di Doha pada Kamis (31/3/2022), Infantino menegaskan bahwa organisasinya tak pernah mengusulkan Piala Dunia dua tahun sekali. Apa yang digembar-gemborkan sebelumnya hanyalah 'meminta pendapat' saja.

"Biar saya perjelas, FIFA tak pernah mengusulkan Piala Dunia tiap dua tahun sekali. Mari kita perjelas prosesnya. Kongres FIFA terakhir meminta administrasi FIFA dengan dukungan 88 persen suara, untuk mempelajari kelayakan Piala Dunia setiap dua tahun dan beberapa proyek lainnya," ujar Infantino.

"Sekarang administrasi FIFA, di bawah Arsene Wenger, melakukan studi kelayakan itu. FIFA tak pernah mengusulkan apapun. FIFA berkesimpulan bahwa opsi itu layak dan akan memiliki sejumlah dampak. Tapi begitu disahkan, fase berikutnya dimulai dan itu meliputi konsultasi, diskusi, mencari kesepakatan, dan berkompromi."

"Selain konfederasi dan asosiasi negara, kami juga punya otoritas liga, klub-klub, dan para pemain juga hadir di sini. Kita semua bekerja sama, mencoba berdebat dan berdiskusi untuk menemukan apa yang paling cocok untuk semua orang karena semua orang harus mendapat keuntungan."

"Mereka yang sudah besar harus menjadi lebih besar, yang kecil juga harus mendapat benefit. Kami harus memberi kesempatan untuk semua orang. Saya berterima kasih atas segala masukan, tanggapan, baik itu positif, negatif, ataupun netral sekalipun," jelas Infantino.

ZURICH, SWITZERLAND - MAY 21: FIFA President Gianni Infantino speaks during the virtual press conference following the 71st FIFA Virtual Congress meeting at the Home of FIFA on May 21, 2021 in Zurich, Switzerland. (Photo by Pool/Getty Images)Gianni Infantino. Foto: (Getty Images/Pool)

Begitulah yang Infantino katakan saat di kongres. Namun ketika bertemu wartawan dalam jumpa pers, ia tak lagi 'mendukung' apa yang ia ucapkan sebelumnya.

"Kami tak terburu-buru. Kalender turnamen sudah disusun sampai 2024. Jika kesepakatan terjadi dalam sepekan, itu bagus. Kalau butuh setahun juga tak apa-apa. Seratus tahun lalu, beberapa cendekiawan memutuskan Piala Dunia harus digelar empat tahun sekali. Waktu terus berubah. Mari kita lihat nanti, apakah kami bisa melakukan yang lebih baik," kata Infantino.



Simak Video "Presiden FIFA Usul Setiap Negara Ada Stadion Bernama Pele"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT