Nasihat Legenda Inter Milan untuk Donnarumma

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Kamis, 14 Apr 2022 22:32 WIB
PSGs goalkeeper Gianluigi Donnarumma fails to stop Real Madrids Karim Benzemas shot on goal during the Champions League, round of 16, second leg soccer match between Real Madrid and Paris Saint-Germain at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid, Spain, Wednesday, March 9, 2022. (AP Photo/Manu Fernandez)
Kiper PSG dan timnas Italia Gianluigi Donnarumma dinasihati oleh mantan bintang Inter Milan Julio Cesar. (Foto: AP/Manu Fernandez)
Jakarta -

Gianluigi Donnarumma menjalani musim 2021/2022 dengan rumit. Mantan kiper top Inter Milan Julio Cesar mendukung Donnarumma sekaligus memberikan nasihatnya.

Kiper berusia 23 tahun itu belum lama ini disorot tajam karena performanya bersama timnas Italia dan Paris Saint-Germain. Donnarumma ikut disalahkan atas kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022 menyusul kekalahan memalukan 0-1 dari tim gurem Makedonia Utara. Donnarumma kemasukan hanya dari dua tembakan on target lawan di sepanjang laga.

Sedangkan di level klub, Donnarumma membuat blunder yang berkontribusi atas kekalahan PSG 1-3 di tangan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Alhasil, PSG tersingkir dengan agregat 2-3, jauh meleset dari target juara setelah investasi besar-besaran di musim panas.

Usai performa buruk itu, Donnarumma ditepikan ke bangku cadangan PSG di laga tandang melawan AS Monaco, sebelum kembali untuk menghadapi Lorient dan Clermont. Dia juga masih dipercaya untuk mengawal gawang Italia di laga ujicoba melawan Turki.

Julio Cesar pernah berkarier di Serie A selama tujuh musim bersama Inter Milan dengan memenangi lima Scudetto, dan tiga Coppa Italia. Dia juga menjadi bagian dari skuad 'treble' Nerazzurri. Menurut kiper Brasil itu, Donnarumma mesti mulai konsisten.

"Menjadi kiper itu berat. Donnarumma membuat debut di AC Milan ketika dia masih berusia 16 tahun, kemudian dia bergabung dengan tim nasional," ucap mantan kiper Brasil itu kepada Stats Perform.

"Banyak hal positif yang terjadi kepada anak muda ini, terkadang memang tidak mudah memiliki kepribadian yang anda butuhkan untuk berada di atas lapangan setelah semua hal yang sudah anda jalani selama bertahun-tahun."

"Di dalam sepakbola, ada naik-turun tapi anda perlu konsisten kalau mau menjadi seorang kiper hebat. Kalau anda membuat sebuah kesalahan di suatu pertandingan, anda jangan membuat kesalahan di 10, 20 bola berikutnya. Kalau tidak, anda out. Saya membicarakan tentang klub maupun tim nasional."

"Dia itu seorang pemuda yang masih punya banyak kontribusi untuk diberikan kepada sepakbola. Dia masih punya banyak untuk ditawarkan. Dia masih sangat muda, dan penggemar akan gembira menyaksikan dia bermain karena dia bakat yang masih muda," imbuh dia tentang Donnarumma.

(rin/rin)