ADVERTISEMENT

Zidane Lebih Tertarik Latih Prancis Ketimbang PSG

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 20 Jun 2022 05:30 WIB
MADRID, SPAIN - 2021/05/22: Zinedine Zidane Head coach (Real Madrid CF) in action during La Liga match round 38 between Real Madrid and Villarreal CF at Alfredo Di Stefano Stadium.
(Final score; Villarreal CF 2-1 Real Madrid). (Photo by Manu Reino/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Zidane dilaporkan tertarik melatih Timnas Prancis. Foto: SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images
Jakarta -

Zinedine Zidane tak berminat menjadi pelatih Paris Saint-Germain musim depan. Legenda Juventus dan Real Madrid itu justru membidik jabatan pelatih Timnas Prancis yang kini diduduki oleh Didier Deschamps.

Dilaporkan RMC Sport, Zidane berharap bisa menggantikan Deschamps yang sudah 10 tahun melatih Les Bleus dan kontraknya akan habis seusai Piala Dunia 2022. Ia saat ini memang tengah menganggur usai meninggalkan Real Madrid di musim panas tahun lalu.

Meski demikian, ia disebut tak menutup pintu untuk melatih PSG di masa depan. Hanya saja, saat ini bukanlah waktu yang tepat.

PSG sendiri sudah dikabarkan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Pochettino. Setelah 18 bulan memimpin Les Parisiens, pelatih asal Argentina itu diminta angkat kaki.

Zidane sempat digosipkan akan menjadi penggantinya. Namun hal itu dibantah oleh perwakilan Zidane. Belakangan, muncul nama Christophe Galtier yang saat ini sedang melatih Nice.

Galtier, 55 tahun, merupakan pelatih yang mengantarkan Lille menjadi juara Liga Prancis tahun lalu, menghentikan dominasi PSG. Ia dinilai sosok yang tepat untuk melatih Kylian Mbappe dkk.

Mengingat Galtier masih memiliki kontrak dua musim lagi bersama Nice, maka PSG butuh upaya lebih keras agar bisa merekrutnya. Namun yang jelas, ia menjadi prioritas utama saat ini, bukan Zidane.

Kualitas Zidane sebagai pelatih sendiri tak perlu diragukan. Selama melatih Madrid di dua periode berbeda, ia telah berhasil meraih 11 gelar, termasuk dua kali juara Liga Spanyol dan memenangi tiga Liga Champions secara beruntun pada 2016-2018.

(adp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT