ADVERTISEMENT

Teknologi Semi-otomatis Offside Dicoba di Piala Dunia 2022

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 01 Jul 2022 22:45 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 31: In this photo illustration an official FIFA World Cup Qatar 2022 ball sits on display ahead of the FIFA World Cup Qatar 2022 draw on March 31, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Piala Dunia 2022 di Qatar akan menerapkan penggunaan teknologi semi-otomatis offside. (Foto: David Ramos/Getty Images)
Zurich -

Piala Dunia 2022 di Qatar akan memperlihatkan teknologi baru yang diterapkan di sepakbola. Teknologi semi-otomatis offside akan dicoba.

Seperti dilansir Daily Mail, FIFA menyetujui penggunaan teknologi semi-otomatis offside di Piala Dunia 2022. Ajang itu akan digelar di Qatar, 21 November-18 Desember mendatang.

Teknologi itu sudah didemonstrasikan sejak 2019. Penggunannya secara resmi terlihat di Piala Arab di Qatar pada 2021.

Teknologi itu akan membantu mempercepat pengambilan keputusan soal offside, yang selama ini memakan waktu 70 detik lewat Video Assistant Referee [VAR] menjadi lebih singkat. Menurut laporan, kecepatan pengambilan keputusan bakal cuma memakan waktu 25-30 detik saja.

Dalam penerapannya, dibutuhkan 12 kamera di bawah atap stadion, yang semuanya terhubung satu sama lain. Nah, optiknya akan melacak 29 titik tubuh pemain dan ekstremitasnya, termasuk posisi bola, sebanyak 50 kali per detik.

Kemudian, di bola Piala Dunia 2022 akan terpasang chip yang akan mengirim data ke ruang operasi video. Kecepatannya mencapai 500 kali per detik.

Menggunakan sistem kecerdasan buatan, teknologi itu akan melacak anggota tubuh pemain dan titik tendangan yang tepat secara aktual.

Ketika offside terdeteksi sistem, peringatan akan diteruskan ke operator video offside. VAR kemudian menganalisis secara manual, melihat titik tendangan dan garis offside tadi.

Setelah diketahui hasilnya, VAR akan meneruskannya ke wasit. Wasit kemudian bisa mengeceknya lagi lewat layar di pinggir lapangan, untuk membuat keputusan final soal offside atau tidaknya seorang pemain.

Yang ditekankan FIFA sendiri adalah, penonton bisa menyaksikan ilustrasi tiga dimensi dari proses offside, yang mana proses offside biasanya menjadi perdebatan.

Pierluigi Collina, ketua komite wasit FIFA, berharap teknologi ini bisa diterima. Mantan wasit legendaris asal Italia itu juga menekankan, bahwa teknologi ini akan tetap menggunakan manusia dalam pengambilan keputusan.

"Saya telah mendengar banyak tentang 'wasit robot'. Saya mengerti, terkadang, ini sangat bagus untuk berita utama, tetapi ini tidak terjadi," kata Collina.

"Dengan kata lain, penilaian mengganggu lawan tetap menjadi tanggung jawab ofisial pertandingan. Demikian pula, saya mendengar (orang mengatakan butuh) empat atau lima detik untuk mendapatkan keputusan offside. Tentu saja, kami tidak bisa mendapatkan jawaban dalam waktu empat atau lima detik. Ini harapan yang salah."

"Kami akan lebih cepat. Kami akan lebih akurat, ini adalah tujuan dari teknologi offside semi-otomatis," ungkapnya.

(yna/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT