ADVERTISEMENT

Mbappe Batal ke Real Madrid, LaLiga Ngadu ke Pengadilan Paris?

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 23 Jul 2022 20:43 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 23: President of PSG Nasser Al Khelaifi and Kylian Mbappe of PSG during a press conference about the new contract of Kylian Mbappe with Paris Saint-Germain at the auditorium of Parc des Princes stadium on May 23, 2022 in Paris, France. (Photo by John Berry/Getty Images)
Kylian Mbappe bertahan di PSG sampai 2025. (Foto: Getty Images/John Berry)
Paris -

LaLiga masih belum terima dengan kenyataan Kylian Mbappe batal ke Real Madrid. Otoritas Liga Spanyol kini dikabarkan mengadu ke Pengadilan Administratif Paris.

Seperti dilansir 90mins, berdasarkan laporan AFP, Madrid kabarnya mengajukan tuntutan soal Mbappe dan Paris-Saint Germain, ke Pengadilan Administratif Paris. Tujuannya adalah megakontrak sang pemain dibatalkan.

Sikap ini ditujukan LaLiga, setelah sebelumnya kompetisi Liga Spanyol gagal kedatangan Mbappe. Penyerang Prancis itu memilih bertahan di PSG, meski sebelumnya nyaris pindah ke Real Madrid.

Mbappe memang membuat publik Madrid kecewa, setelah memutuskan bertahan di PSG. Padahal, Los Blancos sudah lama mengincarnya, dan siap merekrutnya karena kontrak Mbappe di PSG sudah habis per akhir Juli lalu.

Namun, Mbappe malah meneken kontrak baru di PSG. Pemain berusia 23 tahun tersebut bertahan setelah diberi bayaran fantastis, yakni 100 juta Euro per tahun, plus diberi kewenangan ikut campur mengatur tim.

LaLiga kemudian berusaha mengajukan komplain, dengan dasar PSG melanggar Financial Fair Play karena memberi kontrak besar ke Kylian Mbappe. Pengacara Juan Branco, yang kemudian mewakili LaLiga, siap mengajukan komplain ke UEFA.

Belum sampai di situ, LaLiga menilai DCNG, pengawas keuangan sepakbola Prancis, harusnya tidak menyetujui kontrak Mbappe. Begitu jufa LFP, otoritas Ligue 1 Prancis, juga tak memberi izin kepada PSG.

Juan Branco bahkan meyakini, PSG memalsukan neraca keuangannya dan bikin anggaran yang tak sesuai. Atas dasar itu, LaLiga mengajukan protes soal megakontrak Kylian Mbappe.

(yna/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT