ADVERTISEMENT

Pochettino: PSG Terobsesi Liga Champions, tapi Gak Sabaran!

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 02 Agu 2022 06:30 WIB
Paris -

Mauricio Pochettino blak-blakan soal masalah yang dihadapinya semasa melatih Paris Saint-Germain. Dia menilai PSG terobsesi Liga Champions, tapi tidak sabaran!

Pochettino dipecat PSG pada awal Juli 2022. Posisi pelatih asal Argentina itu digantikan Christophe Galtier.

Pemecatan itu sekaligus mengakhiri karier Pochettino di Parc des Princes. Dia bergabung ke PSG pada Januari 2021 dan berhasil membawa Les Parisiens menjadi jawara Piala Super Prancis, Piala Prancis, dan Ligue 1.

Meski sudah menghadirkan tiga trofi domestik, Mauricio Pochettino tetap dianggap gagal oleh Paris Saint-Germain. Eks manajer Tottenham Hotspur itu tak kuasa membawa Kylian Mbappe cs ke tangga juara Liga Champions.

Pochettino paling tinggi membawa PSG menjadi semifinalis Liga Champions 2021. PSG kala itu gagal melangkah ke final lantaran kalah agregat 1-4 dari Manchester City.

Pochettino mengakui dirinya didepak dari Parc des Princes karena gagal membawa timnya menjadi kampiun Eropa.

PSG's head coach Mauricio Pochettino, center, and PSG players celebrate with the trophy after the Champions Trophy soccer match between Paris Saint-Germain and Olympique Marseille at the Bollaert stadium in Lens, northern France, Wednesday, Jan.13, 2021. PSG won 2:1. (AP Photo/Christophe Ena)Mauricio Pochettino saat memenangkan kompetisi domestik bersama PSG. (Foto: AP/Christophe Ena)

"Kami telah memenangkan kejuaraan domestik dan Liga dalam satu setengah tahun, tapi proyek PSG adalah menjuarai Liga Champions dan segala sesuatu yang tidak memenangkan Liga Champions selalu dianggap gagal," kata Pochettino dalam wawancara dengan media Argentina, Infobae.

"Proyek PSG adalah kegagalan lima puluh tahun, tidak hanya musim lalu. PSG, terutama dalam sepuluh atau sebelas tahun terakhir dengan kedatangan pemilik baru, memiliki tujuan memenangkan Liga Champions. Saya pikir itu akan tercapai dengan sumber daya yang ada. Namun sepakbola tidak selamanya sesuai yang kita pikirkan, ada faktor yang tidak bisa dikendalikan," sambungnya.

Pochettino turut menyesalkan sikap petinggi PSG yang tidak sabaran dengan para pelatih. Dia juga mengkritik sikap klub dan penggemar yang hanya fokus kepada Liga Champions dan memandang sebelah mata kompetisi-kompetisi lain.

"Kami harus memahami bahwa proyek PSG, seiring berjalannya waktu, kesabaran semakin berkurang. Permintaannya makin besar, tapi keadaannya seperti itu," tuturnya.

"Dominasi Liga Prancis atau kompetisi domestik membuat penggemar tidak menganggap itu penting lagi. Semuanya fokus kepada Liga Champions dan terkadang ini sedikit mengganggu,".

"Tuntutan tampaknya hanya ada dalam persiapan untuk laga-laga Eropa, dan kompetisi lain dibiarkan begitu saja karena superioritas PSG," Mauricio Pochettino mengungkapkan.

(bay/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT