ADVERTISEMENT

Pembelaan Verratti: Mbappe Minta Penalti dan Marah demi Tim

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 17 Agu 2022 15:00 WIB
PARIS, FRANCE - AUGUST 13: Kylian Mbappe of Paris Saint-Germain gestures during the Ligue 1 match between Paris Saint-Germain and Montpellier HSC at Parc des Princes on August 14, 2022 in Paris, France. (Photo by Tnani Badreddine/DeFodi Images via Getty Images)
Kylian Mbappe. (Foto: Tnani Badreddine/DeFodi Images via Getty Images)
Paris -

Gelandang Paris Saint-Germain, Marco Verratti, membela Kylian Mbappe atas sikapnya di laga melawan Montpellier. Striker Prancis itu dinilai mementingkan tim.

Sikap Mbappe disorot saat PSG melawan Montpellier di Liga Prancis akhir pekan lalu. Penyerang 23 tahun itu bikin dua gesture yang ramai dibahas.

Pertama adalah ketika mendekati Neymar, saat rekannya hendak menendang penalti kedua PSG. Mbappe diklaim menginginkan jatah penalti itu, setelah penalti pertama gagal ia tuntaskan menjadi gol.

Kemudian, terekam momen Mbappe marah karena tak dioper dalam situasi serangan PSG. Pemain Timnas Prancis itu terlihat begitu kesal dan tak jadi berlari ke depan membantu timnya. PSG sendiri kemudian tetap menang 5-2 di laga tersebut, dengan Mbappe dan Neymar juga bikin gol.

Sikap itu membuat Kylian Mbappe menjadi sorotan. Verratti datang membela. Gelandang Italia itu bicara soal penalti dan marahnya Mbappe yang dinilai masih wajar.

"Kylian adalah pemain yang selalu ingin tampil dengan baik. Saya pikir dengan penalti yang gagal, dia sedikit merajuk, tapi itu normal. Dia pemain hebat, dia selalu ingin membuat perbedaan, dan ketika dia melewatkan sesuatu, dia kecewa, itu normal," kata Verratti, kepada Le Parisien.

"Tapi kemudian dia menunjukkannya dengan gol pertama, di mana dia menjadi penentu dan kemudian dengan gol lainnya."

"Tapi itu menyenangkan saya ketika dia marah, karena itu berarti dia sangat peduli dengan tim. Dia ingin melakukannya dengan baik, bahwa dia ingin membuat perbedaan," kata Verratti.

Hubungan Mbappe dan Neymar sendiri kini dikabarkan merenggang. Sampai ada rumor keduanya bertengkar di ruang ganti.

Kedua penyerang itu kemudian kabarnya diajak berdiskusi dengan direktur olahraga Paris Saint-Germain, Luis Campos. Keduanya diminta mengesampingkan perselisihannya.

(yna/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT