ADVERTISEMENT

Mbappe dan Neymar Diyakini Susah Akur

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 17 Agu 2022 19:00 WIB
PSGs Neymar, left and PSGs Kylian Mbappe react during the French League One soccer match between Rennes and Paris Saint-Germain at the Roazhon Park stadium in Rennes, France, Sunday, Oct. 3, 2021. (AP Photo/Jeremias Gonzalez)
Duo PSG Neymar dan Kylian Mbappe diyakini akan sulit akur. (Foto: AP/Jeremias Gonzalez)
Paris -

Paris Saint-Germain menyedot sorotan besar karena cekcok antara Kylian Mbappe dengan Neymar. Eks pemain PSG Mathieu Bodmer meyakini kedua pemain akan sulit berteman di klub.

Dua superstar sepakbola itu berebut penalti saat PSG mengalahkan Montpellier 5-2 di akhir pekan lalu. Mbappe ingin mengambil penalti di akhir babak pertama, meskipun sebelumnya gagal mengonversi penalti pertama.

Tapi pada prosesnya, Neymar lah yang lantas menjadi eksekutor lalu berhasil menjalankan tugasnya. Meski begitu, perselisihan itu tidak selesai di atas lapangan melainkan berlanjut di ruang ganti saat jeda turun minum. Mbappe dan Neymar dilaporkan ribut sampai dipisahkan Sergio Ramos.

Pertikaian itu praktis berlanjut setelah Neymar diketahui menyukai sejumlah kicauan di Twitter tentang Mbappe, salah satunya mempertanyakan keputusan tetap mendapuk si pemain sebagai penendang penalti pertama PSG.

Bodmer pernah berkostum PSG di antara 2010-2013. Menurut dia, tidak masalah apabila Neymar dan Mbappe tidak akur selama Les Parisiens mencapai target-targetnya.

"Saya tidak yakin mereka akan bisa akur, tapi saya tidak khawatir sih," ungkap Bodmer kepada RMC Sport. "Seperti yang sudah saya katakan, saya pernah bermain di klub-klub tertentu di mana para pemainnya tidak saling sapa selama semusim penuh."

"Namun, selama anda memiliki tujuan yang sama dan anda memasuki lapangan lalu bekerja keras, maka tidak masalah. Saya kira bagus kalau mereka sudah menyelesaikannya dengan cepat secara internal."

"Sekarang itu segala hal yang menyentuh PSG baik secara langsung maupun tidak, akan menciptakan banyak omongan. Tadinya kita tidak sabar menantikan Kylian Mbappe kembali untuk menyaksikan tiga penyerang bermain bersama."

"Pada prosesnya, itu tidak seperti yang diharapkan. Ada beberapa perilaku dari Kylian Mbappe untuk alasan yang bermacam-macam, dan semua orang menyorot PSG," Bodmer menyimpulkan.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT