Kisah 2 Pelatih Tersukses J.League: Oswaldo Vs Moriyasu

ADVERTISEMENT

Kisah 2 Pelatih Tersukses J.League: Oswaldo Vs Moriyasu

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 18 Sep 2022 11:17 WIB
oswaldo de oliveira hajime moriyasu j.league liga jepang kashima antlers sanfrecce hiroshima
Oswaldo de Oliveira dan Hajime Moriyasu. (Foto: Dok. J.League)
Jakarta -

Ada banyak pelatih yang berkiprah di kompetisi teratas J.League. Beberapa yang paling sukses adalah Oswaldo de Oliveira dan Hajime Moriyasu.

Selama 29 musim sebelumnya, ada beberapa pelatih yang bersinar lebih terang daripada pesaingnya. Hal ini terlihat dari penghargaan yang diberikan J.League lewat J.League Awards, yang diselenggarakan setiap tahun.

Sejak 1993, J.League memberikan gelar pelatih terbaik lewat penghargaan Manager of the Year alias Pelatih Terbaik. Biasanya, pemenang penghargaan ini adalah pelatih yang bisa membawa timnya juara kompetisi teratas J.League, meski tak selalu demikian.

Hal tersebut terjadi sampai 2017, saat J.League membuat penghargaan baru bernama Manager of the J.League Champion. Gelar itu dibuat untuk pelatih yang membawa timnya juara, sekaligus membedakan dengan pelatih yang mendapatkan gelar Manager of the Year.

Selama hampir tiga dekade J.League berjalan, ada 21 pelatih yang pernah mendapatkan gelar ini. Mulai dari Yasutaro Matsuki, yang meraih dua gelar dalam dua musim pertama J.League, Arsene Wenger bersama Nagoya Grampus sebelum hijrah ke Arsenal, hingga musim lalu diraih pelatih asal Spanyol, Ricardo Rodriguez, yang menangani Urawa Red Diamonds.

Meski begitu, hanya ada dua pelatih yang pernah merebut gelar ini tiga kali yang bisa dibilang sebagai pelatih tersukses J.League sepanjang sejarah.

Pelatih pertama yang meraih gelar Manager of the Year tiga kali adalah pelatih asal Brasil, Oswaldo de Oliveira, yang melakukannya tiga musim beruntun pada 2007, 2008, dan 2009 bersama Kashima Antlers.

Pelatih kelahiran Rio de Janeiro itu mulai meniti karier sebagai pelatih saat menukangi Corinthians pada 1999. Ia awalnya menggantikan posisi Wanderley Luxemburgo, yang saat itu menjadi pelatih timnas Brasil. Ia lalu melatih banyak tim-tim besar Liga Brasil seperti Vasco da Gama, Fluminense, Sao Paulo, Flamengo, Santos, hingga Cruzeiro.

Oswaldo de Oliveira kemudian mencoba peruntungannya di luar Brasil dengan bergabung bersama Kashima Antlers pada tahun 2007 menggantikan posisi yang sebelumnya diisi pelatih asal Brasil lainnya, Paulo Autuori. Tak butuh waktu lama, Kashima Antlers yang musim sebelumnya hanya ada di posisi keenam klasemen akhir dibawanya menjadi juara J1 League 2007, hal yang membuatnya dianugerahi gelar Manager of the Year musim itu.

Prestasi serupa berhasil diulangi dalam dua musim berikutnya, yakni selalu membawa Kashima Antlers juara dan selalu mendapatkan gelar Pelatih Terbaik.
Oswaldo bertahan di Kashima Antlers sampai musim 2011, meski tak pernah lagi jadi juara.

Ia juga sempat kembali ke J.League untuk menukangi Urawa Red Diamonds selama satu setengah musim, meski gagal menjadi yang terbaik di Liga Jepang. Totalnya, Oswaldo de Oliveira melakoni 206 laga sebagai pelatih di J.League yang tersebar dalam tujuh musim berbeda, memenangi tiga gelar juara J1 League, dan meraih 364 poin alias 1,77 poin per laga.

Prestasi tiga gelar Manager of the Year milik Oswaldo de Oliveira akhirnya bisa disamai oleh pelatih lain pada tahun 2015, saat pelatih asal Jepang, Hajime Moriyasu, meraih gelar ketiganya. Setelah sempat berkarier sebagai pemain di J.League dan timnas Jepang, Moriyasu mulai jadi pelatih di Sanfrecce Hiroshima pada tahun 2012, klub yang juga tempat ia mengawali karier profesionalnya sebagai pesepakbola.

Setelah musim sebelumnya hanya ada di peringkat ketujuh, Moriyasu berhasil langsung membawa Sanfrecce Hiroshima jadi juara J1 League musim 2012, serta membuatnya dianugerahi gelar Manager of the Year. Prestasi serupa ia ulangi musim selanjutnya, meski kemudian pada 2014 Sanfrecce Hiroshima harus terjerumus sampai posisi kedelapan klasemen akhir J1 League.

Meski begitu, Moriyasu membawa timnya bangkit pada musim 2015 dan kembali jadi juara untuk kali ketiga, dan kembali meraih gelar Manager of the Year. Moriyasu bertahan di Sanfrecce Hiroshima sampai pertengahan tahun 2017 saat ia mengundurkan diri karena hasil buruk timnya di J1 League. Moriyasu kemudian ditunjuk jadi pelatih timnas Jepang tahun 2018 sampai sekarang.

Total, selama menjadi nakhoda Sanfrecce Hiroshima 189 kali di J1 League dalam enam musim, memenangi tiga gelar, dan meraih 320 poin alias 1,69 poin per laga.

Deretan penerima penghargaan Manager of the Year dalam sejarah J1 League:

3 gelar - Hajime Moriyasu, Oswaldo de Oliveira
2 gelar - Takeshi Okada, Masakazu Suzuki, Yasutaro Matsuki, Akira Nishino
1 gelar - Arsene Wenger, Nicancor, Joao Carlos, Osvaldo Ardiles, Steve Perryman, Guido Buchwald, Dragan Stojkovic, Nelsinho Baptista, Kenta Hasegawa, Masatada Ishii, Yoon Jong-hwan, Mihailo Petrovid, Tomohiro Katanosaka, Tsuneyasu Miyamoto, Ricardo Rodriguez

(yna/yna)

ADVERTISEMENT