Carlos Queiros Ngamuk Ditanya Nasib Perempuan Iran di Piala Dunia 2022

Carlos Queiros Ngamuk Ditanya Nasib Perempuan Iran di Piala Dunia 2022

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 17 Nov 2022 18:00 WIB
DOHA, QATAR - NOVEMBER 15: Carlos Queiroz, Head Coach of IR Iran, poses during the official FIFA World Cup Qatar 2022 portrait session on November 15, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Dan Mullan - FIFA/FIFA via Getty Images)
Carlos Queiroz. (Foto: Dan Mullan - FIFA/FIFA via Getty Images)
Doha -

Carlos Queiroz, pelatih Timnas Iran, ditanya soal nasib perempuan di negaranya, yang tengah menjadi korban represi. Ia mengamuk ditanya soal itu.

Dilansir Daily Mail, momen itu terlihat di sesi konferensi pers Iran jelang tampil di Piala Dunia 2022. Meski wartawan sudah dilarang bertanya soal isu politis kepadanya, ada yang berani mengajukan pertanyaan soal nasib perempuan Iran.

Perempuan di Iran saat ini tengah mengalami represi. Mahsa Amini, yang baru berusia 22 tahun, meninggal karena disebut disiksa polisi karena dianggap melanggar aturan hijab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah tewasnya Mahsa Amini, demo besar-besaran bergejolak di Iran. Demonstrasi itu kemudian ditanggapi represi oleh aparat, yang menimbulkan banyak korban lainnya.

Di ajang Piala Dunia 2022, Carlos Queiroz kemudian mendapat pertanyaan soal nasib perempuan-perempuan Iran. Ia langsung marah, dan menyemprot jurnalis.

ADVERTISEMENT

"Anda berani bayar saya berapa untuk menjawabnya? Berapa yang bisa anda bayar ke saya? Bicara ke bos Anda, dan kasih jawabannya ke saya," sembur Queiroz di sesi konferensi pers.

"Pikirkan apa yang negara anda lakukan kepada para imigran!" jawab Carlos Queiroz, yang juga mantan asisten manajer Manchester United, sebelum mengakhiri sesi konferensi persnya.

Meski begitu, Queiroz sempat mengatakan takkan menghalangi jika ada pemain dari negara lain yang berusaha mendukung hak-hak perempuan Iran di Piala Dunia 2022. Selama bukan pemain Iran sendiri, ia mempersilakan melakukannya.

"Para pemain bebas melakukan protes seperti yang mereka lakukan, jika berasal dari negara lain, selama masih sesuai dengan peraturan Piala Dunia dan dalam semangat permainan," katanya.

"Anda juga bisa mengekspresikan diri di lapangan dalam permainan sepakbola. Para pemain hanya memikirkan satu hal, dan itu adalah berusaha lolos ke putaran kedua," ujarnya.




(yna/yna)

Hide Ads