Dua Lipa Bantah Manggung di Piala Dunia, Soroti Kasus HAM Qatar

ADVERTISEMENT

Dua Lipa Bantah Manggung di Piala Dunia, Soroti Kasus HAM Qatar

Bayu Baskoro - Sepakbola
Senin, 14 Nov 2022 08:30 WIB
KIEV, UKRAINE - MAY 26:  Dua Lipa performs prior to the UEFA Champions League Final between Real Madrid and Liverpool at NSC Olimpiyskiy Stadium on May 26, 2018 in Kiev, Ukraine.  (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Penyanyi Dua Lipa membantah spekulasi akan mengisi pembukaan Piala Dunia 2022. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Dua Lipa membantah klaim dirinya bakal tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2022. Penyanyi Inggris itu menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi di Qatar.

Piala Dunia 2022 berlangsung kurang dari satu minggu lagi. Pembukaan turnamen sepakbola terakbar dunia itu digelar pada Minggu (14/11/2022) di Stadion Al Bayt.

Beberapa bintang papan atas dilaporkan tampil dalam acara pembukaan Piala Dunia 2022. Anggota termuda BTS, Jungkook, menjadi salah satu artis yang akan manggung di sana.

Penyanyi pop Dua Lipa sempat dispekulasikan ikut tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2022. Spekulasi tersebut dibantah olehnya dalam pernyataan resmi di media sosial.

"Ada banyak spekulasi saat ini bahwa saya akan mengisi acara pembukaan Piala Dunia di Qatar. Saya tidak akan tampil dan saya juga tidak pernah terlibat dalam negosiasi apa pun untuk manggung," tulis Dua Lipa di Instastory miliknya.

"Saya akan mendukung Inggris dari jauh dan saya berharap bisa mengunjungi Qatar ketika Qatar telah memenuhi semua janji hak asasi manusia yang dibuatnya ketika memenangkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia," pungkasnya.

Dua Lipa membantah klaim dirinya bakal tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2022. Penyanyi Inggris itu menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi di Qatar.Dua Lipa membantah klaim dirinya bakal tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2022. (Foto: Instagram @dualipa)

Qatar memang disorot lantaran dituding mengkesploitasi para pekerja migran dalam proyek infrastruktur Piala Dunia 2022. Kelompok HAM yang berbasis di London, Equidem, menulis laporan setebal 75 halaman mengenai diskriminasi dan eksploitasi Qatar terhadap para pekerja migran.

Dalam laporan tersebut, para pekerja migran dipaksa bekerja dalam jam yang panjang di bawah kondisi yang keras, serta pelanggaran-pelanggaran HAM lainnya. Upah pekerja dicuri karena majikan mereka menghindari tanggung jawab.

Pemerintah Qatar telah membantah berbagai tudingan pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap para pekerja Piala Dunia 2022. Sejumlah reformasi perburuhan diterapkan dalam beberapa tahun terakhir, menyusul sorotan dan pengawasan ketat dari internasional.



Simak Video "Catatan 'Si Pai' di Piala Dunia 2022 Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT