Satu Kata Buat di Jerman Piala Dunia 2022: Porak-poranda

ADVERTISEMENT

Satu Kata Buat di Jerman Piala Dunia 2022: Porak-poranda

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 02 Des 2022 09:45 WIB
AL KHOR, QATAR - DECEMBER 01: Players of Germany, react after the FIFA World Cup Qatar 2022 Group E match between Costa Rica and Germany at Al Bayt Stadium on December 01, 2022 in Al Khor, Qatar. (Photo by Ercin Erturk/Anadolu Agency via Getty Images)
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Al Khor -

Jerman kini dua kali beruntun terhenti di fase grup Piala Dunia. Satu kata buat Jerman di Piala Dunia 2022 kali ini adalah porak-poranda.

Jerman finis menempati peringkat ketiga Grup E Piala Dunia 2022. Die Mannschact kumpulkan empat poin dari tiga laga, hasil sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.

Jerman dibungkam Jepang 1-2, imbangi Spanyol 1-1, dan terakhir menang atas Kosta Rika 4-2. Meski poinnya sama dengan Spanyol yang finis sebagai runner up grup, Jamal Musiala dkk kalah selisih gol (+6 berbanding +1) dan harus angkat koper dari Piala Dunia 2022.

Dilansir dari BBC, inilah kali kedua Jerman angkat koper di Piala Dunia pada fase grup. Pada tahun 2018 kemarin, Jerman juga kandas sebagai juru kunci grup di bawahnya Korea Selatan, Meksiko, dan Swedia.

AL KHOR, QATAR - DECEMBER 01: Players of Germany, react after the FIFA World Cup Qatar 2022 Group E match between Costa Rica and Germany at Al Bayt Stadium on December 01, 2022 in Al Khor, Qatar. (Photo by Serhat Cagdas/Anadolu Agency via Getty Images)Timnas Jerman ulangi hasil suram di Piala Dunia kali ini (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)

"Ini benar-benar bencana, saya tidak tahu harus berkata apa," jelas Thomas Mueller seusai laga.

"Kami sudah melakukan yang terbaik walau hasilnya pahit," sambungnya.

Pelatih Jerman, Hansi Flick tidak mampu menyembunyikan perasaannya. Dia marah karena menurutnya terlalu banyak kesalahan-kesalahan individu yang dilakukan pemainnya!

"Ada terlalu banyak kesalahan individu khususnya di babak pertama. Saya sudah bilang ke pemain kalau saya marah," tegasnya.

"Melawan Spanyol, kami bekerja dengan sangat baik, kami memiliki pertahanan yang kompak. Tetapi, pemain harus fleksibel dengan permainan lawan di lapangan. Mereka harus terbiasa dengan itu," sambungnya.

Hansi Flick menutup, Jerman kini harus fokus untuk pengembangan generasi muda para pesepakbolanya. Butuh latihan keras yang dimulai dari 'hal-hal' mendasar.

"Saya percaya bahwa untuk masa depan sepakbola Jerman, kami juga perlu melakukan hal yang berbeda dalam latihan. Selama bertahun-tahun kami telah berbicara tentang penjaga gawang baru, bek sayap baru, yang selalu bagus di sepak bola Jerman adalah kami mampu bertahan dengan baik," paparnya.

"Kami membutuhkan dasar-dasarnya. Spanyol sangat bagus dalam pertahanan dan mereka fokus melatih pemain muda. Saya pikir untuk masa depan atau 10 tahun ke depan akan sangat penting jika fokus pada generasi baru pesepakbola," tutupnya.

(aff/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT