Bagaimana Anak-anak WNI Bisa Tercium Pemandu Bakat di Qatar?

ADVERTISEMENT

Laporan dari Qatar Bersama Es Krim Aice

Bagaimana Anak-anak WNI Bisa Tercium Pemandu Bakat di Qatar?

Lucas Aditya - Sepakbola
Sabtu, 03 Des 2022 20:00 WIB
Pelatih Al-Khor Football Community, Muhammad Yunus Bani.
Strategi Qatar mencium bakat pemain asal Indonesia. (Foto: Lucas Aditya/detikcom)
Al Khor -

Beberapa pemain Indonesia menjadi pesepakbola profesional di Qatar. Bagaimana para pemain asal Indonesia itu bisa terjaring oleh pemandu bakat di Qatar?

Di Qatar, terdapat beberapa komunitas sepakbola Indonesia, seperti Al-Khor Football Community (Al-Khor), Red Rhino Football Club (Doha) , Garuda South of Qatar (Al-Wakra), dan Mesaieed Warrior (Mesaieed).

Komunitas-komunitas di Qatar itu menggelar kompetisi. Biasanya digelar pada musim dingin, menghindari cuaca yang panas di Qatar.

Pemandu bakat akademi olahraga Qatar, Aspire, melakukan scouting pada kompetisi-kompetisi antar komunitas ini. Hasilnya, dari WNI di Qatar muncul nama-nama Andri Syahputra dan Ahmad Al-Khuwailid Mustafa dari Al-Khor Football Community. Selain itu, ada juga Abdurrahman Iwan yang masuk menjadi anggota Timnas Qatar U-17.

Pelatih Al-Khor Football Community, Muhammad Yunus Bani, mengungkap kedekatan dengan Aspire. Kedekatan itu juga terjalin karena dia pernah menjadi pelatih paruh waktu di Aspire.

andri syahputra timnas qatarAndri Syahputra (Foto: Instagram @andri010)

"Saya sama Aspire dekat sekali. Jadi sistem Aspire itu ambil dari klub. Soal Abdurrahman itu saya bilang ke pelatihnya, Abdurrahman bisa menjadi pioneer, spirit untuk tim. Ambil dia. Kalau dia bisa improve ya terus. Sebagai pioneer lah dari Indonesia. Tapi, dia memang bagus," kata Muhammad kepada pewarta termasuk detikcom.

"Aspire itu mengambil pemain dari usia enam tahun. Aspire itu dari negara, atlet-atlet untuk semua cabang olahraga," kata dia menambahkan.

Muhammad, yang menjadi rekan setim Fachri Husaini di klub Bina Taruna Aceh, mengungkap bahwa para pesepakbola muda Indonesia mempunyai skill mumpuni untuk bersaing masuk Aspire.

"Sangat mampu, kita sangat mampu. Saya membuat latihan spesial, agar anak-anak bisa bersaing," kata Muhammad.

"Kita latih pagi dan sore skillnya," kata dia menambahkan.

Dalam waktu dekat ini komunitas sepakbola Indonesia akan menggelar trofeo yang diikuti oleh Red Rhino, Al-Khor Football Community, dan Garuda South of Qatar. Kegiatan itu rencananya akan dibuka Dubes Indonesia untuk Qatar, Ridwan Hassan.

Muhammad juga mengungkap rencana untuk membuat Indonesia Academmy. Pemain-pemain Indonesia terbaik di Qatar akan ditampung di sana.

(cas/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT