Strategi Jepang Hadapi Kroasia: Nggak Perlu Main Cantik

ADVERTISEMENT

Strategi Jepang Hadapi Kroasia: Nggak Perlu Main Cantik

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 05 Des 2022 13:20 WIB
Japans teammates celebrate after winning the Qatar 2022 World Cup Group E football match between Japan and Spain at the Khalifa International Stadium in Doha on December 1, 2022. (Photo by Philip FONG / AFP) (Photo by PHILIP FONG/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/PHILIP FONG
Al Wakrah -

Jepang vs Kroasia akan main malam ini di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Samurai Biru tidak perlu main cantik demi amankan tiket ke babak selanjutnya!

Jepang vs Kroasia akan berlaga di Al Janoub Stadium, Al Wakrah pada Senin (5/12) pukul 22.00 WIB dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022. Pemenangnya berhak melangkah ke perempatfinal.

Jepang sudah memberi kejutan. Dua juara Piala Dunia yakni Jerman dan Spanyol dibungkamnya dengan skor sama 2-1, yang membuat Samurai Biru menjadi juara Grup E.

DOHA, QATAR - DECEMBER 01: Ritsu Doan, Hidemasa Morita and Ao Tanaka of Japan celebrate their 2-1 victory and qualification for the knockout stage after during the FIFA World Cup Qatar 2022 Group E match between Japan and Spain at Khalifa International Stadium on December 01, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Clive Mason/Getty Images)Jepang yang mampu tumbangkan Jerman dan Spanyol (Foto: Getty Images/Clive Mason)

Jepang punya catatan unik ketika tumbangkan dua raksasa itu. Jepang tidak bermain cantik, malah penguasaan bolanya kalah jauh!

Saat kontra Jerman, Jepang cuma punya 26 persen penguasaan bola. Lawan Spanyol, Jepang cuma punya 17 persen penguasaan bola. Yang terakhir itu menjadi rekor di Piala Dunia, sebagai tim yang menang dengan penguasaan bola terendah.

Penyerang Jepang, Ritsu Doan pun menegaskan kalau timnya akan kembali lakukan strategi yang sama untuk laga Jepang vs Kroasia. Enggan bermain cantik!

"Kami tidak perlu main cantik demi memenangkan laga nanti," jelasnya dilansir dari France24.

"Bagi saya, Kroasia adalah lawan yang tangguh, sangat tangguh. Mereka punya pemain veteran dan pengalaman untuk menguasai permainan," lanjutnya.

"Jika Anda melihat Piala Dunia terakhir, mereka lolos dua kali melalui adu penalti dan sekali setelah perpanjangan waktu, jadi mereka semua bekerja keras dan meraih kemenangan," tutupnya.

(aff/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT