Tevez Belum Hubungi Messi Usai Piala Dunia 2022, Kenapa?

ADVERTISEMENT

Tevez Belum Hubungi Messi Usai Piala Dunia 2022, Kenapa?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 09 Jan 2023 06:00 WIB
Argentine national footballers Lionel Messi (L) and Carlos Tevez laugh during the warming-up moments before the 2011 Copa America Group A first round football match against Bolivia, at the Ciudad de La Plata stadium in La Plata, 59 Km south of Buenos Aires, on July 1, 2011.  AFP PHOTO/MIGUEL ROJO (Photo by MIGUEL ROJO / AFP)
Messi (kiri) dan Tevez saat membela Argentina pada tahun 2011. Foto: AFP/MIGUEL ROJO
Jakarta -

Mantan penyerang Argentina, Carlos Tevez, rupanya belum mengucapkan selamat kepada Lionel Messi atas keberhasilan memenangi Piala Dunia 2022 pada Desember lalu. Apa alasannya?

"Saya tak begitu mengikuti Piala Dunia di Qatar, tapi saya rutin menonton Timnas Prancis, karena saya menyukai mereka. Saya belum mengirim pesan ke Messi karena dia pasti kebanjiran pesan dari mana-mana," ujar Tevez kepada Radio Mitre, dikutip GOAL.

"Tapi saya senang, karena anak-anak saya turut merayakan gol-gol yang ia ciptakan," jelasnya.

Tevez pernah membela Argentina pada 2004-2015, mencetak 13 gol dalam 76 pertandingan. Ia dan Messi bermain bersama di lima turnamen berbeda, yakni Piala Dunia 2006, Copa America 2007, Piala Dunia 2010, Copa America 2011, dan Copa America 2015.

Pemain kelahiran Buenos Aires itu sempat vakum membela Argentina pada 2011-2014, sewaktu Albiceleste diasuh oleh Alejandro Sabella. Itu pula yang membuatnya absen di Piala Dunia 2014.

Tevez, yang kini berusia 38 tahun, pernah membela banyak klub, seperti Boca Juniors, Corinthians, West Ham United, Manchester United, Manchester City, Juventus, dan Shanghai Shenhua. Tak kurang dari 25 trofi berhasil diraihnya.

Ia pernah menjadi juara di Liga Argentina, Brasil, Inggris, dan Italia. Ia juga menjadi salah satu dari sedikit pemain yang berhasil memenangi Liga Champions dan Copa Libertadores.

Bersama Argentina, Tevez pernah memenangi medali emas Olimpiade 2004 di Athena. Namun di level senior, ia gagal menjadi juara, dengan hasil terbaik menjadi runner-up Copa America di edisi 2004, 2007, dan 2015.

(adp/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT