'Kaisar' Dukung Batasan Pemain Asing
Rabu, 08 Nov 2006 02:16 WIB
Berlin - Gagasan memberi kuota baku perbandingan jumlah pemain lokal dan pemain asing dalam satu tim didukung Franz Beckenbauer. Menurutnya, aturan 6+5 adalah ide yang cukup baik.Demikian dikatakan Beckenbauer menanggapi wacana terakhir yang dilontarkan FIFA dan UEFA, yang ingin membatasi satu tim terdiri dari enam pemain lokal dan lima pemain asing dalam satu pertandingan."FIFA dan UEFA pasti telah melihat masalahnya dan saya mendukung rencana untuk mengenalkan aturan 6+5, di mana 6 pemain lokal bermain sejak awal pertandingan," kata presiden Bayern Munich itu di harian Bild yang dikutip AFP, Selasa (7/11/2006)Hilangnya pembatasan perpindahan pemain sepakbola dalam Uni Eropa terjadi sejak aturan Bosman berlaku pada 1995. Efeknya, banyak klub besar menumpuk sejumlah pemain asing.Dikatakan mantan kapten timnas Jerman berjuluk "Kaisar" itu, perburuan pemain asing juga mengakibatkan munculnya para pemain bermental "prajurit bayaran"."Banyak pemain yang bermental seperti itu. Kalau tidak berhasil di satu klub mereka langsung berpindah ke klub lain," jelas pria yang baru-baru ini sukses memimpin gelaran Piala Dunia di Jerman itu.Dampak lain, tambah Beckenbauer, terlalu banyaknya pemain asing akan mempengaruhi prestasi sebuah klub. Ia memberi contoh klub Bundesliga SV Hamburg yang berada di posisi keempat dari bawah klasemen saat ini."Terlalu banyak pemain berbeda bangsa yang sulit mengerti satu sama lain. Ini dapat berakibat buruk kepada tim jika tidak ada pilar utama dari pemain lokal. Ini yang terjadi di Hamburg," imbuh Der Kaize.Skuad Hamburg saat ini tercatat memiliki lebih dari sepuluh pemain yang berbeda kebangsaan, mulai dari Namibia sampai Peru. "Fans butuh kepribadian seperti Uwe Seeler, yang memberikan ruh kepada Hamburg dan selalu setia," tandas dia.Berbeda dengan Beckenbauer, salah satu figur yang menentang aturan 6+5 adalah Manajer Arsenal Arsene Wenger. Menurut Wenger, kualitas tim akan turun apabila dipaksakan untuk memainkan pemain lokal yang kualitasnya di bawah standar. (krs/a2s)











































