Kontroversi Lempar Koin untuk Undi Juara Final Kejuaraan Bola Putri

Kris FW - detikSepakbola
Sabtu, 10 Feb 2024 19:00 WIB
Foto: Shaun Botterill/Getty Images
Jakarta -

Final kejuaraan sepakbola putri Asia Selatan U-19 (SAFF U-19 Women's Championship 2024) memunculkan kontroversi terkait lempar koin untuk mengundi juara di ajang tersebut.

Empat tim putri dari negara di kawasan Asia Selatan ambil bagian dalam gelaran yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh pada 2-8 Februari 2024. Ada Bangladesh, India, Nepal, dan Bhutan.

Keempat itu bersaing di satu grup, saling berhadapan satu sama lain, dengan dua tim teratas lalu maju ke final untuk berhadapan lagi memperebutkan gelar juara SAFF U-19 Women's Championship 2024.

Adalah tuan rumah Bangladesh dan India yang kemudian lolos ke final. Bangladesh melaju berkat tiga kemenangan, sedangkan India meraih 6 poin hasil dari 2 kali menang dan 1 kali kalah.

Pertandingan final di BSSS Mostafa Kamal Stadium kemudian berlangsung sengit. India unggul duluan di menit ke-8, dengan Bangladesh secara dramatis menyamakan kedudukan jelang peluit akhir dibunyikan.

Di babak adu penalti, menariknya, kedua tim terus saja berimbang. Media India Sportstar menyebut, skor berimbang 11-11 bahkan ketika penjaga gawang masing-masing tim ikut menendang.

Disebutkan lebih lanjut oleh media tersebut, ofisial pertandingan kemudian memutuskan juara ditentukan oleh lemparan koin. Wasit pun memanggil kedua kapten dan India terundi sebagai pemenang usai lemparan koin.

Suporter dan pemain Bangladesh tampak tidak terima dengan hasil tersebut. Apalagi ada yang protes dan bersikeras seharusnya wasit melanjutkan adu penalti dengan sistem sudden death, bukannya mengundi dengan koin.

The Business Standard melaporkan, De Silva Jayasuriya Dilan selaku komisioner pertandingan menyadari kesalahan ini dan memutuskan adu penalti akan berlangsung lagi.

Namun, para pemain India enggan melanjutkan pertandingan dan meninggalkan lapangan. Sebaliknya, para pemain Bangladesh tampak bertahan di atas lapangan .

Di tengah kebingungan, setelah sekitar satu jam berselang, komisioner pertandingan yang awalnya memutuskan pertandingan ditentukan oleh undian lempar koin membuat revisi keputusan: Bangladesh dan India jadi juara bersama-sama.

M Satyanarayan, yang sementara menjabat sebagai sekjen All India Football Association (AIFF), menjelaskan alasan pihaknya menerima keputusan tersebut.

"India, walaupun sudah dinyatakan sebagai pemenang lewat lemparan koin, memutuskan untuk menerima permintaan ofisial dalam membagi trofi juara karena situasi di lapangan dan reaksi suporter tuan rumah telah memunculkan gangguan. Mengingat keamanan pemain dan ofisial tim adalah prioritas kami, AIFF memutuskan untuk menerima permintaan itu," katanya seperti dilansir Hindustan Times.




(krs/krs)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork