Final Liga Champions
Liverpool Hanya Bisa Dihadang Tragedi
Kamis, 03 Mei 2007 12:03 WIB
Jakarta - Jika sampai final Liga Champions, Liverpool bakal menjadi klub yang sangat sulit ditaklukkan. Hanya sebuah tragedi besar yang bisa menghentikan The Reds menjadi kampiun Eropa.Buat klub semacam Liverpool, keberhasilan menembus final Liga Champions jelas bukan sesuatu yang baru. Meski sebelumnya tak banyak yang mengunggulkan namun langkah pasukan Rafael Benitez ke Athena juga tak bisa dibilang mengejutkan.Apalagi Liverpool memang punya sejarah panjang dengan torehan tinta emas di kejuaraan yang dulu bernama Piala Champions itu. Lima gelar juara menjadi koleksi kebanggaan The Kop yang cuma bisa disaingin Real Madrid (9) dan AC Milan (6).Tapi 23 Mei mendatang saat Liga Champions memasuki pertandingan penutup, "Si Merah" berpeluang menyamakan perolehannya dengan milik Rossoneri. Adalah rekor pertandingan Liverpool di final Liga Champions yang membuat mereka punya kans besar menjadi juara.Saat ini Liverpool sudah enam kali merasakan partai final, hebatnya dari jumlah tersebut lima diantaranya berakhir dengan membawa pulang tropi Liga Champions ke Anfield. Hanya Juventus di musim 1984-1985 yang mampu menggagalkan Liverpool naik ke podium juara.Tapi bukan berarti saat itu Liverpool tak lebih baik dari Bianconeri. Soalnya dalam laga yang dimenangkan Juventus dengan skor 1-0 tersebut terjadi sebuah insiden yang kemudian dikenal sebagai salah satu yang terkelam dalam sejarah sepakbola Eropa -- kini dikenal dengan tragedi Heysel.Saat itu sebanyak 39 orang fans -- kebanyakan tifosi Juventus -- tewas akibat bentrok dengan fans Liverpool. Selain itu ratusan suporter juga mengalami cedera meski pertandingan tetap dilanjutkan.Lalu bagaimana kiprah Steven Gerrard cs di Athena tiga pekan mendatang? Kembali berpatokan pada sejarah, kesempatan Liverpool menjadi juara memang lebih besar.Selain bekal kemenangan fantastis di final dua musim lalu, Liverpool juga punya catatan bagus jika menghadapi klub Italia. Selain Rossoneri, AS Roma juga sempat merasakan kedasyatan "Pasukan Merah" di final 1983/84 dan menyerah melalui adu penalti dengan skor 4-2, padahal saat itu laga digelar di Stadion Olimpico.Ditambah prosentase kemenangan Milan di final yang cuma 60% (enam kali juara dari sepuluh kali masuk final), langkah Liverpool menuju gelar juara makin sulit dibendung. Berharap muncul tragedi yang bakal mengulang sejarah 22 tahun lalu tentu bukan sesuatu yang bijak. Tapi melihat apa yang ditampilkan pasukan Carlo Ancelotti dinihari tadi, Rossoneri jelas masih punya peluang membalas kekalahan dua tahun lalu sekaligus memupus rekor fantastis Liverpool di partai final. (din/krs)










































