Menang atau Jadi Pecundang!

Jelang Final Liga Champions

Menang atau Jadi Pecundang!

- Sepakbola
Senin, 21 Mei 2007 06:35 WIB
Jakarta - Sembilan bulan sudah perjalanan AC Milan dan Liverpool. Satu persatu lawan disisihkan demi mencapai partai puncak di Athena untuk jadi juara. Satu tim akan pulang dengan kecewa, satu lagi jadi juara. Siapa yang bakal beroleh restu dewa-dewi Yunani?Bisa dibilang inilah puncak perjalanan Milan dan Liverpool musim ini. Di kompetisi domestik, keduanya sama-sama sudah tidak memiliki kans juara, demikian pula posisi keduanya yang sudah terkunci dengan nyaman. Setelah sembilan bulan berjibaku di Eropa --kedua klub sama-sama harus melewati kualifikasi babak ketiga--, inilah saat yang sudah diimpikan. Maka tidak ada lagi yang harus ditahan-tahan saat keduanya bertarung di Athena 23 Mei mendatang (24 Mei dinihari WIB). Strategi, fokus, semua daya dan upaya hanya akan tercurah kepada satu hal: dapat mengangkat tinggi-tinggi tropi dengan pamor terbesar bagi klub-klub se-Eropa. Namun untuk mencapai akhir jalan kejayaan, bukanlah perkara mudah. 2 x 45 menit plus 2 x 15 menit di babak tambahan bisa jadi tidaklah cukup untuk menentukan pemenang pertarungan keduanya. Drama adu penalti bisa saja mewarnai pertemuan Il Rossoneri dan The Reds seperti partai puncak Liga Champions dua musim lalu di Turki. Pertandingan Milan versus Liverpool memang bakal berjalan ketat. Jelas saja, kedua finalis adalah dua klub yang sama-sama sudah mampu menyisihkan lawan-lawan tangguh dalam perjalanannya. Aroma revans yang akan diusung Milan yang kalah tos-tosan dua musim lalu pun ikut menambah alotnya rivalitas nanti. Sejarah kedua klub di Liga Champions pun bisa mengindikasikan tingginya persaingan kedua klub. Kalau Milan sudah enam kali menjadi juara, Liverpool menguntit ketat dengan lima kali. Akankah Kaka cs yang nantinya sukses meraih gelar keenamnya atau justru Steven Gerrard dkk yang justru menyamai perolehan piala Milan?Selain itu, kedua klub juga tidak terelakkan bakal membawa panji negaranya masing-masing. Italia diwakili Milan, sedangkan Inggris dibela Liverpool, dua buah negara yang kompetisinya selalu disebut sebagai yang termaju. Pemenangnya sekaligus juga akan menyamai dominasi klub Spanyol di Liga Champions --Spanyol sudah juara 11 kali sedangkan klub Italia dan Inggris sama-sama 10 kali. Oleh karena itu, laga nanti bukan hanya soal kalah menang kedua klub namun juga ajang pembuktian reputasi negaranya.Maka, Stadion Olimpiade Athena yang berkapasitas 71 ribu penonton itu akan menjadi saksi siapa yang akhirnya akan mampu bersanding dengan piala idaman. Juara dua memang tidaklah buruk-buruk amat mengingat sudah banyak lawan tangguh yang dilindas. Namun di benak Milan maupun Liverpool pasti hanyalah ada dua pilihan, menang atau jadi pecundang! (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads